About 128-bit

Sunday, March 28, 2010 at 1:00 AM | 2 comments |

In computer architecture, 128-bit integers, memory addresses, or other data units are those that are at most 128 bits 16 octets wide. Also, 128-bit CPU and ALU architectures are those that are based on registers, address buses, or data buses of that size.

There are currently no mainstream general-purpose processors built to operate on 128-bit integers or addresses, though a number of processors do operate on 128-bit data. The System/370, made by IBM, could be considered the first rudimentary 128-bit computer as it used 128-bit floating point registers. Most modern CPUs feature SIMD instruction sets (SSE, AltiVec etc.) where 128-bit vector registers are used to store several smaller numbers, such as four 32-bit floating-point numbers, and a single instruction can operate on all these values in parallel. These are 128-bit processors in the sense that they have 128-bit registers, but they do not operate on individual numbers that are 128 binary digits in length.

- 128 bits is a common key size for symmetric ciphers in cryptography. It is also the size of Globally Unique Identifier and IPv6 address.
- 128-bit processors could become prevalent when 16 exbibytes of addressable memory is no longer enough (128-bit processors would allow memory addressing for 340,282,366,920,938,463,463,374,607,431,768,211,456 bytes (~340.3 undecillion bytes or 281,474,976,710,656 yobibytes ). However, physical limits make such large amounts of memory currently impossible, given that amount greatly exceeds the total data stored on Earth today.
- Quadruple precision (128-bit) floating point number can store qword (64-bit) fixed point number or integer accurately without losing precision. Notice that since the 8087 (1980), x86 architecture supports 80bits float-points that store and process accurately 64bits integers
- Sony's Playstation 2 CPU Emotion Engine is advertised as a 128 bit processor. It has 128-bit SIMD registers, like many processors, but is only a 32-bit processor in the traditional sense as it can only use 32-bit memory addresses.
- The AS/400 virtual instruction set defines all pointers as 128-bit. This gets translated to the hardware's real instruction set as required, allowing the underlying hardware to change without needing to recompile the software. Past hardware was 32-bit CISC, while current hardware is 64-bit PowerPC. Because pointers are defined to be 128-bit, future hardware may be 128-bit without software incompatibility.
- Larger bit widths are also commonly seen on the memory interface of graphics processing units, including 128-bit, with some bus widths reaching 512-bits long.
- Increasing the word size can speed up multiple precision math libraries. Applications include cryptography.
- Large word sizes can increase the feasibility of using certain very fast data structures (consider representing a set by having one bit per possible set element). wikipedia

Pemahaman 32-bit dan 64-bit

at 12:55 AM | 0 comments |

Okey, kita mulai dari istilah "32-bit" dan "64-bit" itu dulu.

32-bit dan 64-bit mengacu pada arsitektur processor.
Processor 32-bit artinya register2 nya (unit penyimpanan data terkecil di dalamnya) berukuran 32 bit.
Processor 64-bit artinya register2 nya berukuran 64 bit.

( Register2 inilah yang digunakan untuk melakukan macam2 operasi. Misalnya c = a + b, maka register "eax" akan me-load nilai dari "a" (di memory), kemudian pada register "eax" ditambahkan nilai dari "b", lalu "eax" ditulis ke memory pada posisi variabel "c" )
Pengaruh ukuran register terhadap kecepatan:
Setiap proses baca/tulis dari memory (disebut dengan load/store) membaca/menulis informasi sebesar ukuran register; maka register 64-bit potensial membaca/menulis memory 2x kecepatan register 32-bit.
Tapi ini teoretis saja, karena kenyataannya prosesor juga menghabiskan waktu untuk melakukan hal-hal lain selain load/store, seperti pemrosesan matematis, vector-processing, dll.

Pengaruh ukuran register terhadap presisi:
Secara simplistik: Makin panjang register, makin banyak angka di-belakang-koma yang bisa dihitung secara akurat.
Sebagai gambaran: Misalkan resolusi bilangan real pada 32-bit adalah 0.0001, maka resolusi bilangan real pada 64-bit bisa mencapai 0.0000001 (jadi jauh lebih presisi).

Pengaruh ukuran register terhadap ukuran memori:
Salah satu dari sekian banyak register adalah "addressing register". Addressing register (atau registers, kalau lebih dari satu) adalah register yang memiliki fungsi 'menunjuk' ke alamat tertentu dalam memory. Jangkauan (range) penunjukan ini disebut dengan istilah memory space.
Pada arsitektur 32-bit, addressing registers mampu 'menunjuk' posisi memory dari 0 s/d 4'294'967'295 (4 GiB - 1). Inilah yang mengakibatkan muncul "batasan 4 GiB" pada sistem berbasis arsitektur 32-bit.
Pada arsitektur 64-bit, addressing registers mampu 'menunjuk' posisi memory dari 0 s/d 18'446'744'073'709'551'615 (16 EiB - 1). Seperti kita lihat, tidak ada lagi 'batasan 4 GiB' pada sistem berbasis arsitektur 64-bit.

Pengaruh ukuran register terhadap dataset:
"Dataset" adalah istilah untuk 'seperangkat data yang di-load ke dalam memory untuk diproses dan (optionally) ditulis kembali ke hard disk'.
Sistem 32-bit terbatas pada dataset sebesar (2^32)-1, atau (4 GiB - 1). Mengingat sebagian memory harus digunakan untuk OS dan program database ybs, maka biasanya dataset nya hanya sebesar 1-2 GiB saja.
Artinya, sebuah database yang berukuran, katakanlah, 20 GiB (tidak asing dalam konteks perusahaan besar), harus diproses 10~20x.
Sistem 64-bit tidak memiliki batasan di atas. Dia dapat me-load dataset sebesar ketersediaan memory. Artinya, database 20 GiB di atas dapat di-load seluruhnya (asal memory mencukupi), diproses dalam sekali jalan saja.

Agar kita dapat memperoleh keunggulan sistem 64-bit, maka baik software dan hardware harus mendukung.
Software 32-bit jalan di hardware 64-bit tidak bisa memanfaatkan kelebihan arsitektur 64-bit. (Software hanya akan menggunakan 32-bit saja dari 64-bit yang tersedia; 32-bit sisanya tidak dikenali) ==> disebut mode 32-bit.
Sebaliknya, software 64-bit tidak bisa jalan di hardware 32-bit karena kebutuhannya akan lebar register 64-bit tidak bisa dipenuhi.

Windows XP 32-bit dan Windows Vista 32-bit adalah 2 sistem operasi yang masih beroperasi di mode 32-bit.
Windows XP 64-bit dan Windows Vista 64-bit adalah 2 sistem operasi yang mampu beroperasi di mode 64-bit.

AMD64 adalah terobosan (breakthrough) AMD dalam dunia processor x86.

Dahulu hingga prosesor Pentium 3, Intel bersikukuh menggunakan hanya arsitektur 32-bit pada processor x86. Intel menghabiskan uang jutaan dollar untuk mengembangkan arsitektur 64-bit yang samasekali baru (artinya: tidak kompatibel dengan dunia x86) dalam bentuk Intel ITANIUM.

AMD kemudian mengembangkan instruction set (dan arsitektur) dari processor x86 yang dibuatnya (AthlonXP) sehingga lahirlah Athlon64: Processor x86 yang memiliki arsitektur 64-bit.

Instruction set yang diperluas ini disebut AMD64 oleh AMD. Intel terpaksa melakukan cross-license, dan menggunakan instruction set tersebut juga (tapi dengan nama EMT64, bukan AMD64. Biasalah, masalah corporate pride...)

Saya tidak yakin dengan Mac OS X.
Tetapi Linux memiliki versi 32-bit dan versi 64-bit.
Contoh, Ubuntu yang ada di ftp://dl2.foss-id.web.id/iso/ubuntu/releases/hardy/
Ada versi AMD64 (64-bit) dan ada versi i386 (32-bit)

Kelebihan dan kekurangan?

Kita sudah melihat kelebihan dari arsitektur 64-bit.

Sekarang kekurangannya:

Banyak Software 32-bit yang tidak bisa jalan di arsitektur 64-bit, khususnya driver.

Mengapa bisa begitu?

Komputer adalah benda yang sangat kompleks. Untuk bisa berguna bagi manusia, komputer perlu melakukan apa yang disebut "Input/Output" (I/O). Contoh I/O adalah kirim/terima data via LAN, kirim gambar ke Monitor via VGA Card, dll.

Nah, semua tindakan I/O membutuhkan buffer. Sebagai contoh, kita kenal "memory VGA" pada VGA Card; itu sebetulnya adalah buffer untuk membantu VGA Card menampilkan gambar di monitor.

Masalahnya, agar I/O bisa berlangsung dengan mulus dan cepat, 'buffer' ini perlu mendapatkan alamat. Dan alamat ini di ambil dari memory space. Hal ini terjadi meskipun komponen pelaksana I/O ini memiliki buffernya sendiri (contoh: VGA Card terbaru dari nVidia / ATI biasanya punya minimal 256 MiB RAM pada card nya). Tetap saja memori pada card tersebut akan dipetakan ke memory space.

Agar tidak bentrok dengan Sistem Operasi, yang biasanya di-load ke dalam memory 'rendah' (Bottom Memory = memory dengan alamat kecil), maka biasanya pemetaan buffer ini dilakukan di memory 'tinggi' (Top Memory = memory dengan alamat besar, atau dihitung mundur dari alamat memori terbesar (2^32)-1)

Catatan: Ini juga alasan yang menyebabkan RAM komputer kalau terpasang 4 GiB hanya akan bisa dipakai Max 3,25 GiB (atau kalau untung 3,5 GiB), ada yang 'hilang' karena 'tertutupi' oleh buffer dari komponen I/O.

Nah, pada arsitektur 64-bit, hal yang sama pun dilakukan: Buffer untuk I/O dipetakan ke Top Memory. Masalahnya, Top Memory pada arsitektur 64-bit jelas terletak pada posisi yang berbeda dengan Top Memory pada arsitektur 32-bit.

Driver adalah korban yang paling jelas; mereka berusaha mengakses Top Memory 32-bit, padahal lokasi buffer tidak di situ. Akibatnya: Crash.

Software2 lain yang juga coba-coba mengakses Top Memory secara langsung akan mengalami crash juga.

Lucunya, banyak game 32-bit yang malah jalan dengan tanpa masalah di sistem 64-bit; hal ini karena mereka tidak berusaha mengakses Top Memory secara langsung, melainkan meminta bantuan Microsoft DirectX Layer untuk mengakses fitur dari sebuah VGA Card.

Definisi NAT, Bridging dan Routing

Friday, March 26, 2010 at 4:31 PM | 0 comments |

Apa definisi NAT?, Pengertian NAT, Bridging, dan Routing?, perbedaan Bridging da Routing, dibawah ini dalah penjelasan singkatnya :

NAT

Aktivitas
Network Address Translation (NAT) adalah sebuah router yang menggantikan fasilitas sumber dan (atau) alamat IP tujuan dari paket IP karena melewati jalur router. Hal ini paling sering digunakan untuk mengaktifkan beberapa host di jaringan pribadi untuk mengakses internet dengan menggunakan satu alamat IP publik.
Spesifikasi
Paket yang diperlukan: sistem
Lisensi yang diperlukan: level1 (jumlah terbatas pada aturan 1), Level3
Standar dan teknologi: IP, RFC1631, RFC2663
Penggunaan hardware: increase with the count of rules


NAT ada 2 jenis yaitu:

1. Sumber(source) NAT atau srcnat. Jenis NAT dilakukan pada paket yang berasal dari natted jaringan. Router A NAT akan mengganti sumber alamat IP dari sebuah paket dengan alamat IP baru publik karena perjalanan melalui router. A setiap operasi diterapkan ke paket balasan dalam arah lainnya.
2. Tujuan(destination) NAT atau dstnat. Jenis ini dilakukan pada paket yang ditujukan ke natted jaringan. Hal ini umumnya digunakan untuk membuat host di jaringan pribadi untuk dapat diakses dari Internet. router A NAT melakukan dstnat menggantikan alamat IP tujuan dari sebuah paket IP karena perjalanan melalui router terhadap jaringan pribadi.


NAT Drawbacks(menarik mundur)
Host di balik NAT- enabled router tidak benar end-to-end connectivity. Ada beberapa protokol internet mungkin tidak bekerja dengan skenario NAT. Pelayanan yang membutuhkan inisiasi dari koneksi TCP dari dalam atau luar jaringan status protokol seperti UDP, dapat terganggu. Terlebih lagi, beberapa protokol yang tetap bertentangan dengan NAT,

Redirect dan Masquerade
Redirect dan masquerade adalah bentuk khusus tujuan NAT dan sumber NAT, masing-masing. Redirect adalah diutamakan dengan ke tujuan NAT biasa dengan cara yang sama seperti yang masquerade diutamakan ke sumber masquerade NAT adalah bentuk khusus sumber NAT tanpa perlu menentukan ke alamat - alamat keluar antarmuka yang digunakan secara otomatis. Yang sama adalah redirect - ia adalah satu bentuk tujuan NAT ke mana-alamat yang tidak digunakan - masuk antarmuka digunakan sebagai ganti alamat. Perlu diketahui bahwa to-port adalah makna penuh untuk redirect aturan – ini adalah port layanan pada router yag akan menangani permintaannya (contoh:webproxy)

Ketika paketnya adalah dst-natted (tidak perduli - action=nat atau action=redirect), dst alamat berubah. Informasi tentang terjemahan alamat (termasuk alamat asli dst) disimpan dalam tabel router internal. Transparan proxy web bekerja pada router (bila permintaan mendapatkan web redirect ke port proxy pada router) dapat mengakses informasi ini dari table internal dan mendapatkan alamat web server dari alamat IP header (dst karena alamat IP dari paket yang sebelumnya adalah alamat web server telah berubah ke alamat server proxy). Mulai dari HTTP/1.1 ada khusus di header permintaan HTTP yang berisi alamat web server, jadi server proxy dapat menggunakannya, dst, bukan alamat IP paket, jika tidak ada semacam header (HTTP versi lama pada klien), proxy server dapat tidak menentukan alamat web server dan karena itu tidak dapat bekerja.

Ini berarti, adalah mustahil untuk benar transparan reditrect dari lalu lintas HTTP ke beberapa router lainnya box transparan-proxy. Hanya dengan cara yang benar adalah dengan menambahkan transparan proxy di router itu sendiri, dan konfigurasikan agar Anda "real" proxy adalah orang parent-proxy. Dalam situasi ini Anda "real" proxy tidak harus transparan lagi, sebagai proxy pada router akan transparan dan akan meneruskan permintaan proxy-style (menurut standar; permintaan ini mencakup semua informasi yang diperlukan tentang web server) to "real" proxy.


Keterangan Properti
action (accept | add-dst-to-address-list | add-src-to-address-list | dst-nat | jump | log | masquerade |
netmap | passthrough | redirect | return | same | src-nat; default: accept)
- untuk melakukan tindakan jika paket sesuai dengan aturan

* accept - menerima paket. Tidak ada tindakan yang diambil, yaitu paket yang lulus dan tidak lagi melalui aturan-aturan yang diterapkan
* add-dst-to-address-list - menambahkan tujuan dari sebuah alamat IP paket ke alamat yang ditentukan daftar oleh daftar alamat-parameter
* add-src-to-address-list - menambahkan sumber alamat IP dari sebuah paket ke alamat yang ditentukan oleh daftar daftar alamat-parameter
* dst-nat - menggantikan alamat tujuan dari sebuah paket ke IP ditentukan oleh nilai-nilai to-address dan parameter ke-port
* jump - melompat ke rantai yang ditentukan oleh nilai yang melompat-sasaran parameter
* log - masing-masing sesuai dengan tindakan ini akan menambah sebuah pesan masuk ke sistem
* masquerade - menggantikan sumber alamat IP secara otomatis ke salah satu paket ditentukan oleh fasilitas routing alamat IP
* netmap - membuat statis 1:1 pemetaan sekumpulan alamat IP yang lain. Sering digunakan untuk mendistribusikan publik host ke alamat IP pribadi pada jaringan
* passthrough - mengabaikan aturan ini pergi ke yang berikutnya atau berlanjut ke rules yg berada dibawahnya
* redirect - tujuan menggantikan alamat IP dari sebuah paket ke salah satu router lokal alamat
* return - melewati kontrol kembali ke tempat dari rantai melompat terjadi
* same - memberikan tertentu klien yang sama sumber / tujuan dari alamat IP yang disediakan untuk berbagai masing-masing sambungan. Hal ini paling sering digunakan untuk layanan yang mengharapkan klien alamat yang sama untuk beberapa sambungan dari klien yang sama
* src-nat - menggantikan sumber alamat IP dari sebuah paket ke ditentukan oleh nilai-nilai ke-alamat dan parameter ke-port


addres-list (name) - menetapkan nama untuk mengumpulkan daftar alamat alamat IP dari aturan yang action = add-dst-to-address-list atau action = add-src-to-address-list tindakan. Daftar alamat inikemudian digunakan untuk paket yang cocok

address-list-timeout (time; standar: 00:00:00) - interval waktu setelah alamat yang akandihapus dari daftar alamat-alamat yang ditentukan oleh daftar parameter. Digunakan bersama-sama dengan tambah-dst-to-address-list-src atau menambahkan ke daftar alamat-tindakan

00:00:00 - meninggalkan alamat di daftar alamat selamanya

chain (dstnat | srcnatname) - menentukan rantai untuk meletakkan aturan tertentu ke dalam. Karena lalu lintas yang berbeda dimasukan melalui berbagai rantai, selalu berhati-hati dalam memilih yang tepat untuk rantai baru aturan. Jika input tidak sesuai dengan nama yang sudah ditetapkan rantai, rantai baru akan dibuat

dstnat - aturan yang ditempatkan di rantai ini diterapkan sebelum routing. Aturan-aturan yang menggantikan tujuan alamat IP paket harus ditempatkan di sana
srcnat - aturan yang ditempatkan di rantai ini akan diterapkan setelah routing. Aturan-aturan yang menggantikan sumber alamat IP paket harus ditempatkan di sana,

comment (teks) - Berikan komentar untuk memerintah. Komentar dapat digunakan untuk mengidentifikasi bentuk peraturan skrip

connection-byte (integerinteger) - sesuai paket yang diberikan hanya jika jumlah byte telah ditransfer melalui sambungan tertentu

* 0 - berarti infinity, exempli Gratia: sambungan-byte = 2000000-0 berarti jika sesuai aturan lebih dari 2MB yang ditransfer melalui sambungan relevan


connection-limit (integernetmask) - membatasi jumlah koneksi per alamat atau alamat blok (cocok jika ditentukan jumlah sambungan telah ditetapkan)

connection-mark (name) - sesuai paket ditandai melalui fasilitas ngoyakkan dengan sambungan menandai

connection-type (ftp | GRE | h323 | irc | mms | PPTP | quake3 | TFTP) - sesuai dari paket-paket yang terkait sambungan berdasarkan informasi dari pelacakan koneksi penolongpun. A relevan sambungan penolong harus diaktifkan di / ip firewall service-port

conten (teks) - teks harus berisi paket agar sesuai dengan aturan

dscp (integer: 0 .. 63) –DSCP (ex-KL) IP kepala bidang nilai

dst-address (alamat IP addressnetmaskIP addressIP) - menentukan rentang alamat IP adalah paket yg diperuntukkan untuk. Perlu diketahui bahwa konsol mengkonversi memasukkan alamat / netmask nilai jaringan ke alamat yang valid,
i.e.: 1.1.1.1/24 dikonvert ke 1.1.1.0/24

dst-address-list (name) - sesuai alamat tujuan dari paket yang ditetapkan pengguna terhadap daftar alamat dst-address-type (unicast | lokal | broadcast | multicast) - sesuai tujuan alamat jenis IP paket, salah satu:

* unicast - alamat IP yang digunakan untuk satu titik ke titik lainnya transmisi. Hanya ada satu
* satu pengirim dan penerima dalam hal ini
* local - sesuai alamat yang ditugaskan ke router dari interface
* broadcast - IP paket akan dikirim dari satu titik ke semua titik dalam IP subnetwork
* multicast - jenis alamat IP yang bertanggung jawab untuk transmisi atau lebih dari satu poin ke satu set lainnya


dst-limit (integertimeintegerdst-address | dst-port | src-addresstime) - membatasi paket per detik (pps) menilai pada tujuan per IP atau per port tujuan dasar. Yang bertentangan dengan batas cocok, setiap alamat IP tujuan / tujuan pelabuhan itu sendiri batas. Pilihannya adalah sebagai berikut (dalam urutan tampilan):

* count - maksimum rata-rata harga paket, diukur dalam paket per detik (pps), kecuali jika diikuti oleh waktu opsi
* time - menentukan interval waktu yang lebih dari paket menilai diukur
* burst - jumlah paket yang cocok dengan yang di burst
* modus - yang penggolong (-s) menilai paket untuk membatasi
* expire - Interval setelah menentukan alamat IP yang direkam / port akan dihapus


dst-port (integer: 0 .. 65535integer: 0 .. 65535) - tujuan nomor port atau range

fragmen (ya | tidak) - apakah paket adalah fragmen dari sebuah paket IP. Memulai paket (i.e., pertama fragmen) tidak dihitung. Catatan yang sambungan pelacakan diaktifkan, tidak akan ada fragmen karena sistem akan secara otomatis assembles setiap paket

hotspot (multiple choice: auth | from-client | http | lokal dst | to-client) - cocok paket diterima
dari klien terhadap berbagai kondisi Hotspot. Semua nilai-nilai dapat negated

* auth - benar, jika paket yang berasal dari authenticted HotSpotclient
* from-client - benar, jika paket yang datang dari klien Hotspot
* http - benar, jika Hotspot klien mengirimkan sebuah paket ke alamat dan port sebelumnya terdeteksi sebagai server proxy (proxy teknik Universal) atau jika tujuan port 80 dan transparan proxying diaktifkan bagi klien
* local-dst - benar, jika paket memiliki tujuan lokal alamat IP
* to-client - benar, jika paket yang akan dikirim ke klien


ICMP-option (integerinteger) - cocok ICMP Jenis: Kode bidang

in-bridge-port (name) - interface sebenarnya paket telah dimasukkan melalui router (jika Bridged, ini kekayaan sesuai dengan sebenarnya jembatan pelabuhan, sedangkan di-interface jembatan itu sendiri)

in-interface (nama) - antarmuka paket yang telah dimasukkan melalui router (jika antarmuka adalah Bridged, maka akan muncul paket yang akan datang dari jembatan antarmuka sendiri)

ingress-priority (integer: 0 .. 63) - masuk (diterima) prioritas paket, jika diatur (0 lainnya).
Prioritas mungkin berasal dari salah satu atau VLAN WMM prioritas

IPv4-option (any | loose-source-routing | no-record-route | no-router-alert | no-source-routing |no-timestamp | none | record-route | router-alert | strict-source-routing | timestamp) - match ipv4 header option

* any - paket cocok dengan setidaknya salah satu pilihan IPv4
* loose-source-routing - paket cocok dengan sumber loose routing pilihan. Pilihan ini digunakan untuk rute internet datagram berdasarkan informasi yang diberikan oleh sumber
* no- record-route - tidak cocok dengan paket dengan catatan rute pilihan. Pilihan ini digunakan untuk rute yang internet datagram berdasarkan informasi yang diberikan oleh sumber
* no-router-alert- tidak cocok dengan paket router mengubah pilihan
* no-source-routing - tidak cocok dengan paket sumber routing pilihan
* no- timestamp - tidak cocok dengan paket waktu opsi
* record-route - paket cocok dengan catatan rute pilihan
* router-alert - paket cocok dengan router mengubah pilihan
* strict-source-routing - paket cocok dengan ketat sumber routing pilihan
* timestamp sesuai dengan paket


jump-target (dstnat | srcnatname) - nama target untuk melompat ke rantai, jika action= jump

layer7-protokol (name) - Layer 7 menyaring nama sebagaimana ditetapkan dalam / ip firewall layer7-protokol menu. Perhatian: ini matcher kebutuhan daya tinggi computer

limit (integertimeinteger) - membatasi paket cocok untuk menilai suatu batas. Berguna untuk mengurangi jumlah dari log pesan

* count - maksimum rata-rata harga paket, diukur dalam paket per detik (pps), kecuali jika diikuti oleh waktu opsi
* time - menentukan interval waktu yang lebih dari paket menilai diukur
* burst - jumlah paket yang cocok dengan yang di burst


log-prefix (teks) - semua pesan log akan ditulis ke berisi awalan ditentukan di sini. Digunakan dalam bersama-sama dengan action =log

nth (integerinteger: 0 .. 15integer) - cocok Nth paket tertentu yang diterima oleh aturan. Satu dari 16 counter tersedia dapat digunakan untuk menghitung paket-paket

* every - cocok setiap tanggal 1 setiap paket. Misalnya, jika setiap = 1 maka setiap aturan yang cocok 2. paket
* counter - menentukan yang digunakan. A counter akan menambahkan setiap kali berisi aturan nth cocok cocok
* packet - cocok diberikan pada paket nomor. Nilai dengan jelas alasan harus antara 0 dan setiap. Jika opsi ini digunakan untuk suatu counter, maka harus ada sekurang-kurangnya setiap 1 peraturan dengan opsi ini, yang meliputi semua nilai antara 0 dan setiap inclusively.


out-bridge-port (name) - antarmuka yang sebenarnya adalah paket meninggalkan router melalui (jika Bridged, ini kekayaan sesuai dengan sebenarnya jembatan pelabuhan, sementara out-interface - jembatan itu sendiri)

out-interface (name) - interface adalah paket meninggalkan router melalui (jika antarmuka adalah Bridged, maka paket akan muncul untuk meninggalkan jembatan melalui antarmuka sendiri)

paket-mark (teks) - sesuai paket ditandai melalui fasilitas ngoyakkan dengan paket tandai paket-size (integer: 0 .. 65535integer: 0 .. 65535) - sesuai paket yang ditentukan atau ukuran berbagai ukuran dalam byte

* min - menetapkan batas yang lebih rendah dari berbagai ukuran atau berdasarkan nilai
* max - menetapkan batas atas dari berbagai ukuran


port (port) - jika ada yang cocok (sumber atau tujuan) port ditentukan sesuai dengan daftar port atau port rentang (dicatat bahwa protokol harus masih dapat dipilih, seperti biasa untuk src dan dst-port-port matchers) Protocol (ddp | EGP | encap | ggp | GRE | hmp | ICMP | idrp-cmtp | igmp | ipencap | ipip | ipsec-ah | ipsec-esp | iso-tp4 | ospf | pup | rdp | rspf | st | tcp | udp | vmtp | xns-IDP | xtpinteger) - cocok protokol IP tertentu ditentukan oleh protokol nama atau nomor. Anda harus menetapkan pengaturan ini jika Anda ingin menentukan port

PSD (integertimeintegerinteger) - berupaya untuk mendeteksi dan UDP TCP scans. Hal ini disarankan untuk menetapkan
menurunkan berat ke pelabuhan dengan angka tinggi untuk mengurangi frekuensi palsu positif, seperti dari pasif mode FTP transfer

* WeightThreshold - total berat terbaru TCP / UDP paket dengan tujuan pelabuhan
* yang berasal dari host yang sama untuk diperlakukan sebagai port scan urutan
* DelayThreshold - menunda untuk paket dengan tujuan yang berbeda yang datang dari pelabuhan yang sama
* tuan rumah harus dirawat sebaik mungkin port scan subsequence
* LowPortWeight - berat yang paket dengan privilege (<= 1024) tujuan pelabuhan
* HighPortWeight - berat paket dengan non-priviliged tujuan pelabuhan


random (integer) - sesuai dengan paket yang diberikan secara acak propability

routing-mark (name) - sesuai paket ditandai dengan merusak fasilitas routing mark

same-not-by-dst (yes | no) - untuk menentukan apakah account atau tidak untuk mencapai tujuan IP alamat yang baru ketika memilih sumber alamat IP untuk paket cocok dengan aturan oleh ation= sama

src-address (alamat IP addressnetmaskIP addressIP) - menentukan rentang alamat IP adalah paket berasal dari. Perlu diketahui bahwa konsol mengkonversi memasukkan alamat / netmask nilai yang valid untuk jaringan alamat, yaitu: 1.1.1.1/24 dikonvert ke 1.1.1.0/24
src-address-list (nama) - sesuai alamat sumber dari paket terhadap pengguna ditetapkan daftar alamat

src-address-type (unicast | lokal | broadcast | multicast) - sesuai jenis sumber alamat IP
paket, salah satu:

* unicast - alamat IP yang digunakan untuk satu titik ke titik lainnya transmisi. Hanya ada satu
* satu pengirim dan penerima dalam hal ini
* local - sesuai alamat yang ditugaskan ke router dari interface
* broadcast - IP paket akan dikirim dari satu titik ke semua titik dalam IP subnetwork
* multicast - jenis alamat IP yang bertanggung jawab untuk transmisi atau lebih dari satu poin ke satu set lainnya Registred lainnya merek dagang dan merek dagang yang disebutkan di sini adalah properti dari masing-masing pemilik.
* src-mac-address (MAC address) - sumber alamat MAC src-port (integer: 0 .. 65535integer: 0 .. 65535) - Nomor port sumber atau jangkauan
* tcp-MSS (integer: 0 .. 65.535) - TCP MSS sesuai nilai IP paket
* time (timetime sat | Jumat | thu | Rabu | Selasa | Senin | Minggu) - memungkinkan untuk membuat penyaring berdasarkan paket ' tiba waktu dan tanggal, atau untuk paket lokal yang dihasilkan, waktu dan tanggal keberangkatan
* to-address (alamat addressIP; default: 0.0.0.0) - alamat atau kisaran alamat untuk menggantikan asli alamat IP dari sebuah paket dengan
* to-port (integer: 0 .. 65535integer: 0 .. 65535) - port atau jangkauan port untuk menggantikan port asli Pengertian Bridge
Pengertian dari sebuah bridge adalah bekarja pada data link layer pada OSI. bridge adal alat yang digunakan pada suatu jaringan yang berfungsi untuk memisahkan sebuah jaringan yang luas menjadi segment yang lebih kecil. bridge membaca alamat MAC (media access control0 dari setiap paket data yang diterima yang kemudian akan mempelajari dridging table untuk memutuskan apa yang akan dikerjakan bridge selanjutnya pada paket data tersebut, apakah diteruskan atau di abaikan. jika switch menpunyai domein collision sendiri-sendiri disetiap portnya, begitu juga dengan bridge memiliki domain collision ttetepi ia juga dapat membaginya dari sebuah domain collision yang besar menjadi yang lebih kecil, dah bridge hanya akan melewatkan paket data antar segment - segment jika hanya segment itu sangat diperlukan.

Konektor Antenna Wireless

at 2:47 AM | 2 comments |

Macam-macam jenis konektor antenna wireless yang sering kita gunakan dalam pembuatan ataupun pengiplementasian suatu antenna.
Berikut gambar dan sedikit penjelasan dari beberapa jenis konektor yang sering kita gunakan:

1. N Connector.

N-Female biasanya terdapat pada sebuah antenna, spliter, booster, dll. Sedangkan N-Male biasanya terdapat pada sebuah pigtail (kabel jumper) agar dapat terhubung ke perangkat radio wireless.
N Connector

2. RP-SMA Connector.
RP-SMA Female biasanya terdapat pada perangkat radio wireless pada umumnya dan melekat pada badan radio bagian belakang sederet dengan port LAN atau WAN yang berfungsi sebagai penghubung antara antenna dengan perangkat radio wireless. Sedangakan RP-SMA Male Biasanya terdapat pada antenna omni rubber duck (antenna bawaan radio wireless) dan pada sebuah kabel pigtail (kabel jumper).

RP-SMA Connector


3.  RP-TNC Connector.

RP-TNC pada dasarnya berfungsi sama dengan N-Connector. Biasanya RP-TNC Female terdapat pada perangkat radio wireless merk dan tipe tertentu seperti senao, linksys, dll.

RP-TNC Connector
4. MC Connector.

Konektor ini biasanya digunakan/terdapat pada perangkat WLAN PCMCIA laptop (berbentuk papan yang di sisipkan di samping body laptop). Nah bagi yang punya adapter wireless ini dan ingin menambahkan antenna external, silahkan ganti konektro RP-SMA pada pigtail antenna dengan konektor MC Male ini. Hanya saja MC Connector ini agak sulit di temui di pasaran.



MC Connector
Sebenarnya masih banyak lagi konektor yang sering di gunakan pada perangkat radio wireless 2.4 GHz

Pengertian dan Sejarah TCP/IP

Thursday, March 25, 2010 at 8:00 AM | 0 comments |

Apa itu TCP/IP ?

TCP/IP adalah salah satu jenis protokol yg memungkinkan kumpulan komputer untuk berkomunikasi dan bertukar data didalam suatu network (jaringan). Merupakan himpunan aturan yg memungkinkan komputer untuk berhubungan antara satu dengan yg lain, biasanya berupa bentuk / waktu / barisan /pemeriksaan error saat transmisi data.

Apa yg membuat TCP/IP menjadi penting ?

Karena TCP/IP merupakan protokol yg telah diterapkan pada hampir semua perangkat keras dan sistem operasi. Tidak ada rangkaian protokol lain yg tersedia padasemua sistem berikut ini :
a. Novel Netware.
b. Mainframe IBM.
c. Sistem digital VMS.
d. Server Microsoft Windows NT
e. Workstation UNIX, LinuX, FreeBSD
f. Personal komputer DOS.

Bagaimana awalnya keberadaan TCP/IP ?

Konsep TCP/IP berawal dari kebutuhan DoD (Departement of Defense) AS akan suatu komunikasi di antara berbagai variasi komputer yg telah ada. Komputer-komputer DoD ini seringkali harus berhubungan antara satu organisasi peneliti dg organisasi peneliti lainnya, dan harus tetap berhubungan sehingga pertahanan negara tetap berjalan selama terjadi bencana, seperti ledakan nuklir. Oleh karenanya pada tahun 1969 dimulailah penelitian terhadap serangkaian protokol TCP/IP. Di antara tujuan-tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Terciptanya protokol-protokol umum, DoD memerlukan suatu protokol yg dapat ditentukan untuk semua jaringan.
2. Meningkatkan efisiensi komunikasi data.
3. Dapat dipadukan dengan teknologi WAN (Wide Area Network) yg telah ada.
4. Mudah dikonfigurasikan.

Tahun 1968 DoD ARPAnet (Advanced Reseach Project Agency) memulai penelitian yg kemudian menjadi cikal bakal packet switching .Packet switching inilah yg memungkinkan komunikasi antara lapisan network (dibahas nanti) dimana data dijalankan dan disalurkan melalui jaringan dalam bentuk unit-unit kecil yg disebut packet*. Tiap-tiap packet ini membawa informasi alamatnya masing-masing yg ditangani dengan khusus oleh jaringan tersebut dan tidak tergantung dengan paket-paket lain. Jaringan yg dikembangkan ini, yg menggunakan ARPAnet sebagai tulang punggungnya, menjadi terkenal sebagai internet.

Protokol-protokol TCP/IP dikembangkan lebih lanjut pada awal 1980 dan menjadi protokol-protokol standar untuk ARPAnet pada tahun 1983. Protokol-protokol ini mengalami peningkatan popularitas di komunitas pemakai ketika TCP/IP digabungkan menjadi versi 4.2 dari BSD (Berkeley Standard Distribution) UNIX. Versi ini digunakan secara luas pada institusi penelitian dan pendidikan dan digunakan sebagai dasar dari beberapa penerapan UNIX komersial, termasuk SunOS dari Sun dan Ultrix dari Digital. Karena BSD UNIX mendirikan hubungan antara TCP/IP dan sistem operasi UNIX, banyak implementasi UNIX sekarang menggabungkan TCP/IP. unit informasi yg mana jaringan berkomunikasi. Tiap-tiap paket berisi identitas (header) station pengirim dan penerima, informasi error-control, permintaan suatu layanan dalam lapisan network, informasi bagaimana menangani permintaan dan sembarang data penting yg harus ditransfer.

Layanan apa saja yg diberikan oleh TCP/IP

Berikut ini adalah layanan "Tradisional" yg dilakukan TCP/IP :

  • Pengiriman file (file transfer). File Transfer Protokol (FTP) memungkinkan pengguna komputer yg satu untuk dapat mengirim ataupun menerima file ke komputer jaringan. Karena masalah keamanan data, maka FTP seringkali memerlukan nama pengguna (username) dan password, meskipun banyak juga FTP yg dapat diakses melalui anonymous, lias tidak berpassword. (lihat RFC 959 untuk spesifikasi FTP)
  • Remote login. Network terminal Protokol (telnet) memungkinkan pengguna komputer dapat melakukan log in ke dalam suatu komputer didalam suatu jaringan. Jadi hal ini berarti bahwa pengguna menggunakan komputernya sebagai perpanjangan tangan dari komputer jaringan tersebut.( lihat RFC 854 dan 855 untuk spesifikasi telnet lebih lanjut)
  • Computer mail. Digunakan untuk menerapkan sistem elektronik mail.
  • Network File System (NFS). Pelayanan akses file-file jarak jauh yg memungkinkan klien-klien untuk mengakses file-file pada komputer jaringan jarak jauh walaupun file tersebut disimpan secara lokal. (lihat RFC 1001 dan 1002 untuk keterangan lebih lanjut)
  • remote execution. Memungkinkan pengguna komputer untuk menjalankan suatu program didalam komputer yg berbeda. Biasanya berguna jika pengguna menggunakan komputer yg terbatas, sedangkan ia memerlukan sumber yg banyak dalam suatu system komputer. Ada beberapa jenis remote execution, ada yg berupa perintah-perintah dasar saja, yaitu yg dapat dijalankan dalam system komputer yg sama dan ada pula yg menggunakan "prosedure remote call system", yg memungkinkan program untuk memanggil subroutine yg akan dijalankan di system komputer yg berbeda. (sebagai contoh dalam Berkeley UNIX ada perintah "rsh" dan "rexec")
  • Name servers. Nama database alamat yg digunakan pada internet (lihat RFC 822 dan 823 yg menjelaskan mengenai penggunaan protokol name server yg bertujuan untuk menentukan nama host di internet.)

RFC (Request For Comments) adalah merupakan standar yg digunakan dalam internet, meskipun ada juga isinya yg merupakan bahan diskusi ataupun omong kosong belaka. Diterbitkan oleh IAB (Internet Activities Board) yg merupakan komite independen para peneliti dan profesional yg mengerti teknis, kondisi dan evolusi sistem internet. Sebuah surat yg mengikuti nomor RFC menunjukan status RFC :

S : standard, standar resmi bagi internet
DS : Draft standard, protokol tahap akhir sebelum disetujui sebagai standar
PS : Proposed Standard, protokol pertimbangan untuk standar masa depan
I : Informational, berisikan bahan-bahan diskusi yg sifatnya informasi
E : Experimental, protokol dalam tahap percobaan tetapi bukan pada jalur standar.
H : Historic, protokol-protokol yg telah digantikan atau tidak lagi dipertimbangkan utk standarisasi.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan akses internet

at 7:46 AM | 7 comments |

Faktor Faktor Tersebut adalah:

1. Berapa kecepatan yang diberikan oleh source atau sumber Internet dalam hal ini adalah si Internet Provider atau ISP.
Kecepatan internet biasanya disebut bandwidth dan diukur dalam satuan Byte per detik( Bps ) atau bit per detik(bps). Bedanya adalah 1Byte=8bit. INGAT byte biasanya ditulis B sedangkan bit ditulis b.

2. Media penghubung antara si user dan ISP .
kapasitas media tersebut harus lebih besar dari kapasitas source yang diberikan oleh ISP. Jenis media yang digunakan juga mempengaruhi kualitas internet yang diakses terutama untuk tingkat kestabilan.
Untuk media Kabel kualitas dan kestabilannya adalah yang terbaik, sedangkan untuk media yang non kabel seperti wireless atau apapun bentuknya seperti wi-fi atau jaringan 3G dan 3.5G masih tergantung pada kualitas sinyal yang diterima oleh modem atau perangkat Radio Frequency (RF) yang yang dipakai.

3. Faktor yang cukup penting adalah prilaku user dalam mengakses internet. Saat anda mengakses suatu website(BROWSING) sebenarnya yang terjadi adalah anda melakukan aktivitas yang namanya download cuma bedanya dengan mendownload suatu file adalah anda tidak tahu berapa besar file yang anda download. Tidak semua website memiliki file yang sama besar, tergantung pada isi atau content dari website tersebut. Biasanya website dengan content yang banyak gambarnya, video streaming atau game online memiliki file yang cukup besar ukurannya sehingga terasa lebih lambat jika dibandingkan dengan kalau kita mengakses website yang hanya berisi text file saja. Semakin besar isi dari website tersebut semakin lambat akses kita ke website tersebut. Berdasarkan rumusan berikut: Waktu akses adalah besarnya file yang akan didownload atau diakses DIBAGI Kecepatan internet(Bandwidth).
Selain itu adalah penggunaan aplikasi (software) untuk mempercepat download file bisa menyebabkan kegiatan seperti browsing menjadi lambat.

4. Faktor keempat adalah lokasi di mana website yang hendak kita akses menyimpan filenya atau server yang melayaninya. Contohnya website-website internasional seperti yahoo amerika tentunya servernya ada di Amerika.
Hal tersebut tidaklah menjadi masalah jika ISP yang anda gunakan memiliki kapasitas bandwidth yang tersedia sama besar antara ke website lokal dan ke website internasional tetapi jika tidak, tentunya pasti ada perbedaan waktu akses antara website lokal dan website internasional.

5. Jumlah user internet dalam satu local area network atau LAN.
Jumlah user pun mempengaruhi kecepatan akses internet.
Hal ini sangat masuk akal karena semakin banyak user maka semakin banyak file yang didownload( lihat faktor 3 ) sedangkan kapasitas internet tidak bertambah alias tetap. Dan juga prilaku tiap user pun berbeda-beda.

Silahkan menambah faktor-faktor yang sudah anda alami selain yang sudah saya sebutkan, nanti saya edit atau saya tambahkan :P thanks..

Apa Itu Bandwith Dan Throughput??

Monday, March 22, 2010 at 3:14 PM | 5 comments |

Dalam dunia internet, apalagi bila kita berbicara dalam lingkup warnet, bandwidth adalah suatu kata yang sangat sensitif. Mengapa?? Karena warnet tentu saja hidup dari berjualan bandwidth, walaupun itu bukan merupakan faktor utama namun tidak dapat dipungkiri kualitas pelayanan warnet yang dilihat pertama kali oleh pelanggan adalah seberapa cepat akses internet di warnet tersebut, kecepatan akses ini tentu saja kembali lagi ke definisi bandwidth.
Mungkin di antara kita masih ada yang merasa bingung mengenai perbedaan antara bandwidth dan throughput??

Berikut kami akan sedikit menyunting sebuah blog yang membahas tentang bandwidth dan throughput secara lebih dalam, dengan bahasa penjabaran yang sederhana semoga para pembaca dapat memahami definisi dua kalimat sakti di atas.

From: http://borix69.wordpress.com/2007/12/22/mengenal-bandwith-dan-throughput/

Walaupun di kantor Joko Lelono telah memakai leased line untuk koneksi internet, Joko tidak habis pikir mengapa kadang kala di waktu-waktu tertentu untuk mengakses situs web mail gratisan seperti mail.yahoo.com saja kecepatannya kalah dibanding jika Joko Lelono memakai dial-up biasa di rumahnya pada malam hari. Padahal leased-line yang dipakainya memiliki bandwidth 64 kbps, baik untuk upstream mau pun untuk downstream. Mengapa bisa begitu?
Wajar kalau Joko Lelono bingung dengan kecepatan koneksi internetnya yang tidak sesuai dengan bandwidth yang dilanggannya. Padahal sesuai dengan iklan penawaran leased-line yang dia lihat, secara teoritis kecepatannya akan lebih cepat dan lebih stabil dibandingkan dengan koneksi dial-up biasa. Tetapi mengapa suatu saat tertentu kecepatan koneksinya kadang lebih lambat dari pada dialup?

Itu karena selain konsep bandwidth, terdapat konsep lain yang mempengaruhi kecepatan aliran data dalam jaringan, yaitu Throughput.

Bandwidth
Seperti telah kita tahu, bandwidth paling banyak digunakan sebagai ukuran kecepatan aliran data. Tetapi apakah itu bandwidth sebenarnya? Bandwidth adalah suatu ukuran dari banyaknya informasi yang dapat mengalir dari suatu tempat ke tempat lain dalam suatu waktu tertentu. Bandwidth dapat dipakaikan untuk mengukur baik aliran data analog mau pun aliran data digital. Sekarang telah menjadi umum jika kata bandwidth lebih banyak dipakaikan untuk mengukur aliran data digital.

Satuan yang dipakai untuk bandwidth adalah bits per second atau sering disingkat sebagai bps. Seperti kita tahu bahwa bit atau binary digit adalah basis angka yang terdiri dari angka 0 dan 1. Satuan ini menggambarkan seberapa banyak bit (angka 0 dan 1) yang dapat mengalir dari satu tempat ke tempat yang lain dalam setiap detiknya melalui suatu media.

Bandwidth adalah konsep pengukuran yang sangat penting dalam jaringan, tetapi konsep ini memiliki kekurangan atau batasan, tidak peduli bagaimana cara Anda mengirimkan informasi mau pun media apa yang dipakai dalam penghantaran informasi. Hal ini karena adanya hukum fisika mau pun batasan teknologi. Ini akan menyebabkan batasan terhadap panjang media yang dipakai, kecepatan maksimal yang dapat dipakai, mau pun perlakuan khusus terhadap media yang dipakai.

Berikut adalah contoh tabel batasan panjang medium dan kecepatan maksimum aliran data.



Sedangkan batasan terhadap perlakuan atau cara pengiriman data misalnya adalah dengan
pengiriman secara paralel (synchronous), serial (asynchronous), perlakuan terhadap media yang spesifik seperti media yang tidak boleh ditekuk (serat optik), pengirim dan penerima harus berhadapan langsung (line of sight), kompresi data yang dikirim, dll.

Throughput
Ternyata konsep bandwidth tidak cukup untuk menjelaskan kecepatan jaringan dan apa yang terjadi di jaringan. Untuk itulah konsep Throughput muncul. Throughput adalah bandwidth aktual yang terukur pada suatu ukuran waktu tertentu dalam suatu hari menggunakan rute internet yang spesifik ketika sedang mendownload suatu file.
Bagaimana cara mengukur bandwidth? Dan bagaimana hubungannya dengan throughput? Seperti telah diulas di atas, bandwidth adalah jumlah bit yang dapat dikirimkan dalam satu detik. Berikut adalah rumus dari bandwidth:
bandwidth = Sbits / s

Sedangkan throughput walau pun memiliki satuan dan rumus yang sama dengan bandwidth, tetapi throughput lebih pada menggambarkan bandwidth yang sebenarnya (aktual) pada suatu waktu tertentu dan pada kondisi dan jaringan internet tertentu yang digunakan untuk mendownload suatu file dengan ukuran tertentu. Berikut adalah formula pembanding throughput dengan bandwidth:

   
waktu _ download _ terbaik = ukuran _ file / bandwidth

    waktu _ download _ typical = ukuran _ file / throughput

Dengan hanya mempergunakan bandwidth sebagai patokan, Joko Lelono menganggap harusnya file yang akan didownloadnya yang berukuran 64 kb seharusnya bisa didownload dalam waktu sekedip mata atau satu detik, tetapi setelah diukur ternyata memerlukan waktu 4 detik. Jadi jika ukuran file yang didownload adalah 64 kb, sedangkan waktu downloadnya adalah 4 detik, maka bandwidth yang sebenarnya atau bisa kita sebut sebagai throughput adalah 64 kb / 4 detik = 16 kbps.

Sayangnya, throughput karena banyak alasan, kadang sangat jauh dari bandwidth maksimum yang mungkin dari suatu media. Beberapa faktor yang menentukan bandwidth dan throughput adalah:
• Piranti jaringan
• Tipe data yang ditransfer
• Topologi jaringan
• Banyaknya pengguna jaringan
• Spesifikasi komputer client/user
• Spesifikasi komputer server
• Induksi listrik dan cuaca
• Dan alasan-alasan lain.

Akhirnya setelah memahami konsep throughput selain dari konsep bandwidth dan mengapa hal itu bisa terjadi, Joko Lelono bisa mulai memahami apa yang terjadi sesungguhnya pada jaringannya. Dengan memahami konsep-konsep tersebut kita dapat mulai memperhitungkan keperluan kecepatan koneksi internet kita yang sesungguhnya dan pilihan koneksi yang diperlukan. Bukan hanya karena termakan iklan yang menebarkan janji bandwidth yang tinggi dengan harga yang murah.

Sudahkah sekarang Anda memahami tentang konsep bandwidth dan throughput setelah membaca tulisan ini, silahkan tinggalkan comment dan masukkan anda tentang tulisan ini. Thanks 4 your attention.. :)Sudahkah sekarang Anda memahami tentang konsep bandwidth dan throughput setelah membaca tulisan ini, silahkan tinggalkan comment dan masukkan anda tentang tulisan ini. Thanks 4 your attention.. :)


Sumber : IlmuKomputer.Com

Berapa cepat sebuah kecepatan?

at 3:08 PM | 0 comments |

Alasan mengapa setiap email yang Anda kirimkan selalu sampai tempat tujuan karena disebabkan adanya “tag” yang berisi informasi mengenai tujuan.  Seperti halnya sebuah tas di airport. Bagaimanapun juga, “tag” (sering dikenal sebagai “header” dalam dunia komputer) ada nilai yang harus dibebankan pada bandwidth untuk setiap data yang dikirim melalui protokol TCP (Transmission Control Protocol) melalui internet secara bersamaan. “tag” ini akan membebani bandwidth Anda sebesar 13% (tiga belas per seratus).


Situs pengukur sebuah kecepatan di internet tidak menunjukan angka yang sebenarnya. Karena banyak faktor yang mempengaruhi test kecepatan pada setiap situs.  Hal ini dapat disebabkan karena :

   1. Perbedaan jalur (routing) berbeda antara backbone yang satu dengan lainnya.
   2. Kemampuan server penyedia situs tersebut menerima data.
   3. Besar bandwidth yang dimiliki penyedia situs test kecepatan itu sendiri.
   4. Spesifikasi komputer yang digunakan pada saat melakukan test kecepatan.
   5. Dengan kata lain situs-situs tersebut hanya sebuah ilustrasi saja yang dapat dijadikan estimasi sementara.

SPEED ENEMIES

Enemy 1: Badly configured PCs
The single most common cause of poor performance is a computer that is in poor shape for broadband. The usual problems are:

    * Insufficient memory (128MB is really the lower limit now for any computer);
    * Underpowered processor (vintage computers from the early 90s with a central processing unit slower than  400MHz);
    * An aging and unstable operating system, accumulation of shareware, particularly SPYWARE etc;
    * Over-clocked motherboards cause unusual problems.

Enemy 2: Packet losses
The Internet is a resilient network built originally to withstand a nuclear war. One reason for this strength is TCP, the network protocol that makes sure your data gets from one point of the Net to another.

TCP is designed around the assumption that some parts of an e-mail message, for example may not get through the Net.

Thus, an e-mail message to be transferred gets broken down into “packets”. For example, 5 packets will attempt to take the fastest route to reach the destination, and when they do, the 5 packets will “combine” to form the original e-mail message.


For the sake of an example, let’s imagine you are downloading data from www.microsoft.com, and one of those many packets streaming down to you disappears en-route.

Maybe a random outage or failure knocks a network router for a microsecond, and the packet is dropped. At your end, your computer notices the missing packet in the stream of sequence numbers, and so does not acknowledge its reception.

The sender notices the lack of acknowledgement, and must re-transmit the lost data. The retransmission procedure adds to the amount of data flowing over the connection, slowing the entire transfer down.

There are many ways that TCP copes with networks that are down. But in the end, consistent packet loss along a long Internet link means Internet traffic is often slower than it should be, even though it may be one packet in ten or twenty that is being dropped.

If there is continuous packet loss between you, and your favourite site, then Web pages or file transfers, which follow the TCP protocol, are going to slow down to a crawl.

If you see extremely slow performance from a particular website, then you can do a ping test, which shows how many packets are lost along the way.The instructions are as follow:

    * Go to a MS-DOS prompt, and type ping -t www.download.com (or any website you want to test with)
    * Watch the sequence numbers printed. Leave it running for a short time, say 30 seconds, then press control-c.
    * If you see 5% or more packet loss, then TCP performance is going to be poor over this link.
    * If no packets get through at all, you may have found a server that does not respond to ping packets (some servers do this as a security measure).
    * In that case, use the command tracert (traceroute), to identity the server that is one hop from the target server, and try pinging that instead.

To do a traceroute, the instructions are as follow:-

    * Open a MS-DOS window (command prompt) and use TRACERT, to work out at what point the congestion may be.
    * For example, tracert www.download.com. Trace route may show where in the chain between you and your destination the problem starts, and its nature.

Enemy 3: Many servers cannot currently offer high speeds to you
Though MNET strives to offer the fastest connectivity to the rest of the world, sometimes the weakest, or slowest, link is the one that your website uses to connect to the Net.

Here are some results of a speed test to several reasonably well connected websites, at 12am in the morning (off peak):

In this example, Microsoft and myisp.com would not provide the "broadband experience" to any user who thought they had speeds of 768kbps or more.

Many servers offer speeds far slower than even this, because they are busy, and you are sharing their bandwidth with dozens of other people.
Server
   
File
   
Speed
ftp.netscape.com     1.6mb     310k/sec
ftp.aol.com     2.0mb     280k/sec
ftp.microsoft.com     5.0mb     67k/sec
ftp.myisp.com     5.0mb     66k/sec

All websites have Internet pipes connecting to their web servers. To ensure that all users who access their sites do not get rejected, the bandwidth of their Internet pipes are sliced and divided equally among all users trying to access their site at any one time.

So if the number of users is low, your speeds will be higher, but if the number of users is high, much slower speeds can be expected.

For Indonesia’s internet users, 12am Indonesia time is peak hour for Internet traffic in the United States. This may mean slowdowns to people surfing to US websites, because they have to compete for bandwidth with the rest of the American users.

Apakah yang dimaksud dengan kilobits per detik?

at 3:01 PM | 0 comments |

Banyak orang yang beranggapan salah dalam melihat kilobits dengan kilobyte per detik.  Sehingga sering orang berasumsi bahwa kecepatan mereka tidak mendapatkan hasil yang maksimal.

Pada saat anda memutar musik atau video klip melalui internet, player pada umumnya menampilkan data rate dalam kilobits per second (Kbps). Tetapi pada internet browser dan file transfer software lainnya (lihat gambar dibawah) selalu ditampilkan dalam satuan kilobytes per second (KB/Sec atau KBps), yang mana hal ini berbeda dengan kilobits per second (Kbps).



Figure 1. Kecepatan Download 2 Mbps

Hal ini menyebabkan banyak kerancuan yang sering terjadi pada pelanggan internet awam. Pelanggan sering beranggapan bahwa kecepatan mereka dapat tidak sesuai dengan yang dijanjikan oleh penyedia jasa.
Dalam dunia komputer 1 byte sama dengan 8 bits silahkan lihat daftar.  Artinya 1 megabyte sama dengan 8 megabits. Lalu, apabila browser Anda menampilkan transfer rate 194 KB/Sec (lihat gambar diatas), artinya sama dengan Anda men-donwload pada kecepatan 194 x 8 kilobits per second (Kbps), atau sebesar 1552 Kbps.

Dengan kata lain, apabila Anda pelanggan Dedicated International 64 Kbps akan ditampilkan transfer rate lebih kurang 8 KB/Sec atau KBps.  Nilai ini masih tergantung pada beberapa faktor yang mempengaruhi kecepatan.

Pengenalan Wireless LAN

at 1:13 AM | 0 comments |

Kita akan mendiskusikan tentang pangsa pasar wireless LAN, gambaran masa lalu, sekarang dan masa depan dari wireless LAN, serta pengenalan wireless LAN standar pemerintah. Kemudian kita akan mendiskusikan beberapa aplikasi yang sesuai untuk wireless LAN. Menurut pengalaman dari cerita dan evolusi dari teknologi wireless LAN merupakan bagian yang penting dari prinsip dasar wireless LAN. Suatu pemahaman dari mana wireless LAN datang dan aplikasinya serta organisasinya yang dapat membantu perkembangan teknologi yang memungkinkan anda untuk mengaplikasikan wireless LAN yang lebih baik ke dalam organisasimu atau kebutuhan klien.
Pangsa Pasar Wireless LAN
Pangsa pasar wireless LAN sepertinya berkembang sama halnya dengan fashion pada kebanyakan industri jaringan, dimulai dengan mengadopsi awal menggunakan teknologi apapun yang telah tersedia. Pemasaran telah dipindahkan kedalam pertumbuhan yang cepat, di mana standard populer menyediakan katalisator. Perbedaan yang besar antara pemasaran jaringan secara keseluruhan dan pemasaran wireless LAN menjadi meningkat. wireless LAN memberikan fleksibilitas dalam implementasinya dan tidak heran mereka pindah dengan cepat ke sektor pasar yang lainnya.

Sejarah Wireless LAN
Penyebaran jaringan nirkabel, seperti kebanyakan teknologi, seperti turun temurun dibawah naungan dari  militer. Militer perlu suatu kemudahan, yang mudah diterapkan, dan metode keamanan pertukaran data dalam suatu lingkungan peperangan.
Ketika biaya teknologi nirkabel merosot dan mutu meningkat, itu menjadi penghematan biaya untuk perusahaan-perusahaan yang dapat menggabungkan bagian nirkabel ke dalam jaringan mereka. Teknologi nirkabel menawarkan suatu jalan yang murah untuk kampus untuk menghubungkan bangunan satu sama lain tanpa pemasangan kabel fiber atau tembaga.

Standarisasi wireless LAN
Karena wireless LAN mengirim menggunakan frekuensi radio, wireless LAN diatur oleh jenis hukum yang sama dan digunakan untuk mengatur hal-hal seperti AM/FM radio. Federal Communications Commission ( FCC) mengatur penggunaan alat dari wireless LAN. Dalam pemasaran wireless LAN sekarang, menerima beberapa standard operasional dan syarat dalam Amerika Serikat yang diciptakan dan dirawat oleh Institute of Electrical Electronic Engineers (IEEE).
Beberapa Standar wireless LAN :

IEEE 802.11 – standar asli wireless LAN menetapkan tingkat perpindahan data yang paling lambat dalam teknologi transmisi light-based dan RF.
IEEE 802.11b – menggambarkan tentang beberapa transfer data yang lebih cepat dan lebih bersifat terbatas dalam lingkup teknologi transmisi.
IEEE 802.11a – gambaran tentang pengiriman data lebih cepat dibandingkan (tetapi kurang sesuai dengan) IEEE 802.11b, dan menggunakan 5 GHZ frekuensi band UNII.
IEEE 802.11g – syarat yang paling terbaru berdasar pada 802.11 standard yang menguraikan transfer data sama dengan cepatnya seperti IEEE 802.11a, dan sesuai dengan 802.11b yang memungkinkan  untuk lebih murah.
IEEE 802.11n-2009 is an amendment to the IEEE 802.11-2007 wireless networking standard to improve network throughput over the two previous standards — 802.11a and 802.11g — with a significant increase in the maximum raw data rate from 54 Mbit/s to 600 Mbit/s with the use of four spatial streams at a channel width of 40 MHz.

Since 2007, the Wi-Fi Alliance has been certifying interoperability of "draft-N" products based on what was draft 2.0 of IEEE 802.11n specification.[3] The Alliance has upgraded its suite of compatibility tests for some enhancements finalized after draft 2.0. Furthermore, it has affirmed that all draft-n certified products remain compatible with the products conforming to the final standards.

SNR Margin dan Line Attenuation

at 12:58 AM | 2 comments |

WARNING + Marning
! Lewati posting ini kalau tidak betah membaca !
* Isinya ditujukan hanya bagi yg belum tahu dan ingin tahu * wink
! You have been warned ! tongue


Tabel 1: Klasifikasi SNR_Margin (Signal-to-Noise Margin)
-------------------------------- Makin TINGGI makin BAIK
--------------------------------------------------------
29,0 dB ~ ke atas = Outstanding (bagus sekali)
20,0 dB ~ 28,9 dB = Excellent (bagus) • Koneksi stabil.
11,0 dB ~ 19,9 dB = Good (baik) • Sinkronisasi sinyal ADSL dapat berlangsung lancar.
07,0 dB ~ 10,9 dB = Fair (cukup) • Rentan terhadap variasi perubahan kondisi pada jaringan.
00,0 dB ~ 06,9 dB = Bad (buruk) • Sinkronisasi sinyal gagal atau tidak lancar (ter-putus²).
--------------------------------------------------------

Tabel 2: Klasifikasi Line Attenuation (Redaman pada Jalur)
---------------------------------- Makin RENDAH makin BAIK
----------------------------------------------------------
00,0 dB ~ 19,99 dB = Outstanding  (bagus sekali)
20,0 dB ~ 29,99 dB = Excellent (bagus)
30,0 dB ~ 39,99 dB = Very good (baik)
40,0 dB ~ 49,99 dB = Good (cukup)
50,0 dB ~ 59,99 dB = Poor (buruk) • Kemungkinan akan timbul masalah koneksi (tidak lancar, dsb).
60,0 dB ~ ke atas  = Bad (amburadul) • Pasti akan timbul banyak gangguan koneksi (sinyal hilang, tidak bisa connect, dsb).
----------------------------------------------------------

Referensi:
Disarikan dari berbagai sumber
AT&T|Alcatel|Cisco|ComCast|Verizon|BellSympatico|Whirpool|DSLReports|WebArchive|Wikipedia|dlsb


A. PENGANTAR SINGKAT
A1. Apa tujuan posting ini?
• Bagi yg merasa ada masalah dgn performa koneksi broadband-nya dan telah posting message namun belum sempat mendapatkan respon, anda dapat mencoba melakukan analisa pendahuluan sendiri dgn memanfaatkan ke dua tabel di atas sembari menunggu masukan dari member lainnya.
Keduanya berisi klasifikasi generik atas dua parameter penting yg sering dipergunakan profesional komunikasi data untuk memeriksa kondisi umum jaringan sebelum menentukan langkah penelusuran lebih lanjut.
• Posisi posting ke dua tabel di taruh di bagian awal dgn maksud supaya mudah di lihat sekaligus kalau suatu hari diperlukan, sedangkan keterangan singkat dan contoh sederhana disertakan pada bagian setelah ini.

A2. Di mana nilai SNR_Margin (SNRM) dan Line Attenuation (LA) dapat diperoleh?
Jika mode pemakaian modem menggunakan PPPoE/PPPoA (alias Routing Mode, atau tidak di-Bridge), nilai SNRM dan LA dapat diketahui melalui halaman manajemen (web management interface) modem/router ADSL masing².
Biasanya pada bagian yg berkaitan dgn "Statistic", "Diagnostic", "Connection Log", "DSL Status", dan semacamnya.

Kalau di-Bridge, anda harus masuk ke modem/router melalui fasilitas Telnet dan memakai instruksi² CLI (Command Line Interface) untuk menampilkan data/informasi yg diinginkan. Detail dan syntax perintah mungkin berbeda untuk tiap merk dan model (karena perbedaan chipset, firmware, dsb).
Lihat user manual dan/atau handbook CLI yg diterbitkan pembuat modem/chipset/firmware.

Tip: Kalau tidak mau repot, reset modem/router-nya dan connect kembali dgn mode Router atau Bridge+Route (PPPoE/PPPoA), pokoknya asal jangan mode Bridge murni.

PENTING !
ReSet (hard reset; cold reset) tidak sama dengan ReBoot atau ReStart.
Me-reset modem/router ADSL akan menghapus SEMUA konfigurasi user dan mengembalikan setting ke factory default.
Sebelum me-Reset modem, catat dulu:
• Nomer VPI dan VCI (data konfigurasi dasar koneksi ADSL TelkomSpeedy)
• Nomer Account (14xxXXxxXXxx@telkom.net) dan Password TelkomSpeedy.
• Administrator UserName dan Administrator Password dari modem/router ADSL.
Data di atas dibutuhkan unt bisa connect lagi dgn mode Router ataupun Bridge+Route.

A3. Contoh kasus: Koneksi sering terputus, lambat, tidak bisa connect, dsb.
Bila perolehan nilai SNRM dan LA kita ternyata pada level cukup untuk memperoleh koneksi yg normal, kemungkinan letak sumber masalah bisa diredusir dgn [untuk sementara] mengesampingkan hal² yg berkaitan langsung dgn komponen primer pada infrastruktur jaringan, baik itu primary hardware kita sendiri ataupun milik provider.

Yang namanya "komunikasi" selalu melibatkan lebih dari satu partisipan (minimal dua). Sepanjang jalur (medium) komunikasi-nya oke, bila ada kelambatan atau hambatan lainnya, bisa jadi disebabkan karena masalah "persepsi" (kompatibilitas software, perbedaan protokol komunikasi, dsb). Ini menyebabkan message (isi pesan yg hendak dikomunikasikan) harus di-retransmit ber-ulang²; dan pihak penerima otomatis harus decoding/recoding ber-ulang² juga -- terjadilah perlambatan, atau malah gagal sama sekali karena kedua partisipan akhirnya "menyerah" (berhenti bertukar sinyal/data). Di mata user hal tsb sama dengan koneksi lambat (karena tersita pengulangan proses transmisi), atau gagal connect (tujuan koneksi tidak tercapai). Kita bisa lihat dalam kasus ini permasalahannya tidak pada gangguan medium namun lebih pada "tata-cara" berkomunikasi.

NOTE:
Bagi yg masih awam dgn dunia teknologi informasi, bila anda belum dapat menangkap maksud tersembunyi dari berbagai analogi yg terkandung dalam paragraf di atas, sekedar beberapa keterangan singkat berikut ini mungkin bisa membantu.

• Protocol: Browsing, Download, Chatting, Transfer File, dan berbagai bentuk kegiatan lainnya via Internet, dapat terselenggara berkat adanya standar "tata-cara berkomunikasi" yg disebut "protocol" dan "sub-protocol". Tanpa standarisasi aturan tsb berbagai macam mesin tidak akan dapat saling berhubungan atau mengerti apa yg harus dikerjakan.

• Coding/Decoding: Sinyal (code) dan Data (informasi) harus disampaikan dalam format, susunan dan ukuran yang "telah disepakati", dalam arti "dimengerti" oleh semua pihak/perangkat yg terlibat.

• Transmit/Re-transmit: Sinyal & Data boleh (dan harus) dikirim ulang jika penerima melaporkan apa yg telah diterimanya sampai saat itu tidak/belum sesuai dgn segala yg telah disepakati ketika pertama kali kontak (handshake). Tergantung bagaimana penulisan kode software-nya, frekuensi & format transmisi dapat berubah. Frekuensi bisa dipercepat atau diperlambat. Format bisa dipendekkan, dipanjangkan, dirubah bentuk dan/atau susunannya, dsb.

• Di antara Pengirim (initiator) dan Penerima (receptor) bisa terdapat lebih dari satu Perantara (mediator). Salah satu mediator itu misalnya adalah mesin yg secara generik disebut Router -- tugasnya memilih/menganalisa/memformat-ulang/menyampaikan bit² yg melaluinya ke pihak berikutnya (yg bisa merupakan Router atau mesin jenis lainnya). Setelah pesan diterima, receptor wajib memberitahu initiator bahwa pesan telah diterima dgn baik (ACKnowledge). Jalur yg harus dilalui [biasanya] sama dng jalur pengiriman, namun tidak tertutup kemungkinan mempergunakan jalur lain (bisa lebih jauh atau lebih dekat). Ada bermacam jenis Router. Mediator jenis lain misalnya adalah Proxy, Switch, dsb.

• Bila Sinyal dan/atau Data yg dikirim initiator -- sengaja atau tidak -- berisi kode² yg "tidak dikehendaki" oleh penerima (atau mediator), komunikasi sangat mungkin akan diputuskan. Alamat pengirim akan dicatat, dan transmisi selanjutnya dari sumber tsb tidak akan diproses.
Mengapa anda tidak bisa connect, atau connect-nya tidak lancar, padahal jalur komunikasi oke?
Apakah komputer anda bersih dari malware?
Apakah kebetulan anda mendapat "identitas/alamat bekas" dari user lain yg sebelumnya telah di-filter?
Apakah di tengah jalan transmisi anda dialihkan ke mediator "gadungan" tanpa sepengetahuan anda?
Apakah ada aspek² tertentu pada receptor/mediator yg telah diubah pemiliknya oleh karena satu dan lain alasan sehingga "tidak seperti biasanya"?
Salah setting software?
Software lain berperilaku "egois" dan menghalangi komponen lainnya?


B. SNR_Margin (SNRM)
B1. Signal-to-Noise Ratio (SNR)
• SNR ialah Perbandingan (ratio) antara kekuatan Sinyal (signal strength) dengan kekuatan Derau (noise level).
• Nilai SNR dipakai untuk menunjukkan kualitas jalur (medium) koneksi.
Makin besar nilai SNR, makin tinggi kualitas jalur tersebut. Artinya, makin besar pula kemungkinan jalur itu dipakai untuk lalu-lintas komunikasi data & sinyal dalam kecepatan tinggi.
• Nilai SNR suatu jalur dapat dikatakan pada umumnya tetap, berapapun kecepatan data yang melalui jalur tersebut.
• SNR tidak sama dengan SNRM, namun keduanya saling berkaitan erat satu sama lainnya.
• Satuan ukuran SNR dan SNRM adalah decibel (dB) <-- logarithmic.

Meskipun dituliskan dengan cara/nama (label) yg berbeda² (SNR, SNR Margin, Noise Margin, Margin, Receive Margin, dsb) pada tiap merk & model modem/router ADSL, yang dilapokan oleh alat itu sebenarnya adalah nilai SNRM, bukan nilai SNR [kecuali kalau disebutkan demikian secara spesifik pada manual peralatan].

B2. Signal-to-Noise Margin (SNRM) ialah:
1. Perbedaan (margin) atau Perbandingan Relatif antara Kekuatan Sinyal ADSL dengan Derau (noise) yang ada pada jalur komunikasi.
2. Perbedaan antara nilai SNR_Sebenarnya dari suatu jalur komunikasi dengan SNR_yg_Dibutuhkan oleh jalur tersebut supaya bisa dipakai untuk menyelenggarakan komunikasi pada suatu tingkat kecepatan tertentu.

Contoh:
Misalkan diketahui bahwa kecepatan sebesar 384 kbps membutuhkan tingkat SNR sebesar 20 dB.
Diketahui pula bahwa ternyata nilai SNR sebenarnya dari jalur yang dipakai tersebut adalah 45 dB.
Maka dapat dihitung bahwa nilai SNRM nya adalah 25 dB, yaitu
SNRM = SNR_Sebenarnya - SNR_yg_Dibutuhkan = 45 dB - 20 dB = 25 dB

• Mengapa ketika kecepatan koneksi kita ditingkatkan dari 384 kbps menjadi 1000 kbps ternyata SNRM yang dilaporkan modem menurun, padahal perangkat koneksi dan perkabelan tidak ada yang diganti?
Misalkan diketahui bahwa kecepatan sebesar 384 kbps membutuhkan tingkat SNR sebesar 20 dB.
Diketahui bahwa ternyata nilai SNR sebenarnya dari jalur yang dipakai tersebut adalah 45 dB.
Diketahui pula bahwa untuk meningkatkan kecepatan dari 384 kbps menjadi 1000 kbps dibutuhkan peningkatan SNR dari 20 dB menjadi 30 dB.
Maka sekarang dapat dihitung bahwa nilai SNRM nya bukan lagi 25 dB melainkan 15 dB, yaitu
SNRM (1000 kbps) = SNR_Sebenarnya - SNR_yg_Dibutuhkan pada 1000 kbps = 45 dB - 30 dB = 15 dB
SNRM (384 kbps) = SNR_Sebenarnya - SNR_yg_Dibutuhkan pada 384 kbps = 45 dB - 20 dB = 25 dB

• Sebagian merk/model ADSL Modem/Router menunjukkan dua nilai SNRM:
DownStream SNRM dan UpStream SNRM.
DownStream SNRM menunjukkan nilai SNRM pada range frekuensi yg dipakai unt menghantarkan data/sinyal dari modem di DSLAM ke modem user (data masuk dari Internet).
UpStream SNRM adalah nilai SNRM pada rangkaian frekuensi yg dipakai unt mengirimkan data/sinyal dari modem user ke modem di DSLAM (data keluar menuju Internet).

• Pada umumnya, nilai SNRM terendah yang diperlukan supaya proses SYNCH (sinkronisasi frekuensi sinyal antara modem ADSL kita dengan modem di peralatan DSLAM) dapat berlangsung dengan lancar adalah ±6,0 ~ ±7,0 dB. Nilai inilah yang biasa dicantumkan oleh pembuat modem pada manual sebagai persyaratan minimal supaya modem mampu bersinkronisasi dengan perangkat penyelenggara layanan koneksi. Pada kenyataanya kondisi jaringan berbeda satu sama lainnya. Sebagian jaringan mungkin membutuhkan SNRM minimal sampai ±10 dB.

• SNRM hanya dapat diukur secara benar dari sisi pelanggan, yaitu dari soket telepon di mana modem kita hubungkan. Nilainya dapat -- dan kemungkinan akan -- berfluktuasi dari waktu ke waktu karena pengaruh interferensi sinyal radio, perangkat elektrik/elektronik lain di sekitar dan disepanjang jalur yang dilalui kabel tersebut, termasuk perubahan cuaca dan iklim.

TIPS:
1. Bersihkan soket telp. Air seni dan kotoran hewan lainnya akan menimbulkan oksidasi logam dan jamur yg membuat kelembaban meningkat.
2. Jangan taruh soket telp di lantai atau menanamnya di tembok yg lembab.
3. Hindari jaringan kabel telp yg banyak sambungan (di dalam maupun di luar rumah). Kalau perlu ganti dgn satu lajur utuh dari tiang telp sampai ke modem. Permintaan penggantian kabel dapat diajukan ke kantor Telkom setempat, biasanya dgn menghubungi nomer 117 (namun bisa segera dilaksanakan atau tidak tergantung persediaan kabel luar setempat).
Kabel listrik bertegangan tinggi yg melintang relatif dekat dgn jaringan kabel telp bisa menjadi sumber gangguan.
Pemasangan kabel yg ceroboh (kendor di terminal) juga akan menimbulkan masalah.
4. Jangan taruh telp atau memasang kabelnya terlalu dekat dgn sumber radiasi elektromagnetis (speaker, AC, dsb) dan sumber gelombang radio (microwave; antena in-door, wireless handset transceiver, dsb). Untuk perkabelan, beri jarak minimal ±30cm (1 feet); taruh lebih jauh lagi kalau ada sambungan kabel terbuka (segera dibungkus isolator).
5. Jangan meletakkan handphone yg dalam keadaan aktif dekat dgn perangkat komputer, apalagi modem! Ini cenderung selalu disepelekan ... rasakan sendiri akibatnya... tongue
6. Ganti trafo lampu neon tua, apalagi kalau sudah mengeluarkan bunyi.
7. Jangan meletakkan stabiliser [terutama stabilizer elektromekanis; stavol] dekat dgn perangkat komputer (kurang dari ±1 m).


C. Line Attenuation (LA)
• Nilai LA menunjukkan seberapa jauh kualitas sinyal dari/antara modem pelanggan sampai ke perangkat DSLAM di Sentral Otomat Telkom telah terdegradasi (melemah; menurun mutunya). Sama halnya dgn penurunan beda potensial (voltage) di ujung akhir akibat penggunaan kabel listrik yg terlalu panjang tanpa penguat.
• Faktor jarak sangat berperan. Yang dimaksud dgn "jarak" di sini adalah jarak total panjangnya kabel, bukan seberapa jauh rumah/kantor kita dari DSLAM dan/atau Sentral Otomat Telkom. Biarpun bangunan hanya terpisah tembok, rangkaian kabel telp bisa saja berputar dulu mengelilingi blok perumahan.
Makin jauh jarak modem anda dengan peralatan di DSLAM, makin tinggi nilai redamannya, alias makin buruk keadaannya (akibat makin tingginya jumlah sinyal yang hilang/teredam/melemah disepanjang jalur).
Makin rendah nilai LA, makin besar kemungkinan kita akan mendapatkan kecepatan koneksi yang lebih tinggi (karena kualitas sinyal relatif terjaga, tidak banyak teredam/hilang/melemah akibat panjangnya jalur yang harus dilalui).
• Selain panjang, diameter kabel (0,3~0,6 mm) juga berpengaruh, demikian pula dgn kondisinya (oksidasi, lembab/basah, sambungan kendor, banyak sambungan, dsb).

TIPS:
1. Periksa/test splitter dan/atau micro-filter.
Angkat gagang telp. Dengarkan suara nada pilih. Suara berdenging atau kemerosok di pesawat telp dapat menjadi salah satu indikasi kerusakan splitter. Kemudian tekan tombol 0 dan simak. Tak boleh ada suara apapun di sini.
2. Jangan pakai splitter bermutu rendah, karena malah lebih sering menimbulkan gangguan daripada melaksanakan tugas sebenarnya (memisahkan frekuensi rendah dgn frekuensi tinggi). Frekuensi Rendah unt dilalui sinyal analog (voice); Frekuensi Tinggi unt sinyal digital ADSL.
3. Radiasi elektromagnetik (EMI/EMR/EMP) yg diakibatkan oleh sambaran petir di dekat jaringan kabel Telkom, PLN, atau disekitar tempat tinggal kita, dapat merusakkan rangkaian elektronik splitter. Jika kekuatannya cukup besar, ekses akan tembus ke UPS/Stabilizer, pesawat telepon/PABX, modem/router, mainboard + peripherals komputer, dan peralatan elektronik lainnya.


CATATAN TAMBAHAN
• Parameter lainnya (seperti Transmit/Receive Power, dll) akan disusulkan kalau waktu dan tenaga menginjinkan serta sumber daya lain (quota bandwidth, dsb) masih tersedia.

• Permasalahan koneksi ADSL broadband TelkomSpeedy tidak hanya disebabkan oleh apa yg telah ditulis di atas. Cukup sering terdeteksi bahwa setelah di-trace ternyata bottle-neck (penyempitan) ada di network node milik SingTel Singapore (partner bisnis dari mana saat ini Telkom masih "kulakan" bandwidth).
Lagi, jika waktu & tenaga mengijinkan bla...bla...bla... -- dan tak ada kesulitan dgn fasilitas upload image yg disediakan forum -- hasil tracing dgn signal plotter akan saya sertakan di forum sbg bahan masukan tambahan.

• Telah lama diketahui bahwa pada jam² sibuk (peak hours; jam kantor; ±08:30~17:00~21:00WIB), mutu koneksi ADSL broadband TelkomSpeedy mengalami penurunan drastis akibat network congestion (kemacetan di jaringan akibat lalu-lintas pemakaian bandwidth melebihi kapasitas terpasang). Dalam hal ini jelas tak ada permasalahan teknis apapun pada semua perangkat yg terlibat (user, provider, dan partner komunikasi).
Sama seperti kemacetan lalu-lintas pada jam² sibuk di ruas² jalan utama Jakarta seperti Thamrin~Sudirman, GajahMada~HayamWuruk, dsb, yg hampir setiap hari membuat pusing warga Jakarta, keadaan infrastruktur jalanan sebenarnya relatif baik² saja. Hanya jumlah pengguna yg tidak seimbang dgn kapasitas yg ada.
Solusi: Berlangganan pada provider lain, unt dipakai sbg koneksi cadangan kalau jalur TelkomSpeedy sedang crowded bin letoy.
Sebagai contoh, saat ini ada penawaran berbagai macam paket (Rp160.000/259.000/350.000/625.000/900.000 per bulan) koneksi broadband di situs IndosatM2.
Periksa website ISP lainnya unt perbandingan. Perhatikan coverage area unt mengetahui apakah daerah anda tercakup dalam jangkauan servis mereka. Kirim e-mail atau telp unt minta informasi lebih lengkap.

• Beberapa peralatan/instalasi yg potensial menjadi sumber gangguan:
AC, kulkas, pompa air, kipas angin, microwave, oven elektrik, telp nirkabel (termasuk handphone), lampu fluorescent (neon), power adaptor, monitor, speaker, stabiliser elektro-mekanis, antena (segala jenis, termasuk built-in wireless antena pada laptop), pemancar radio di sekitar rumah, booster, alarm system, kabel listrik tua/terkelupas, dsb.

Segala peralatan yg membangkitkan/merubah frekuensi memiliki potensi menjadi sumber gangguan -- tergantung cara pemakaian peralatan tsb oleh penggunanya, instalasi, jarak serta orientasi-nya terhadap perangkat koneksi ADSL (milik user dan/atau milik provider).

Tidak jarang terjadi kondisi perangkat kita (user & provider) sebenarnya baik² saja, namun sumber interferensi-nya yg terlalu besar sehingga mengacaukan operasi normal perangkat tsb. Atau, perangkat kita yg ternyata beroperasi pada kondisi pas²-an (terlalu dekat dgn margin error) sehingga rentan terhadap perubahan sekelilingnya. Dalam keadaan seperti itu, gangguan sedikit saja sudah mampu mengacaukan keadaan yg sebelumnya tampak "normal²" saja.

• Hasil Ping hanya menunjukkan Latency antara satu atau lebih titik koneksi, tidak bisa dipakai sendirian begitu saja unt menggambarkan kualitas jaringan. Latency (round-trip time) diukur dari Pengirim > Penerima > Pengirim (dari Sumber sinyal, ke Penerima, balik lagi sampai ke Pengirim). Kalau hasil ping jelek, tidak selalu berarti kualitas jaringannya yg jelek. Bisa jadi si penerima "sedang-terlalu-sibuk" (over-loaded; over-burdened) unt memberikan respons -- meskipun bisa berarti juga "under-performance", misalnya karena salah instalasi dan/atau spesifikasi platform. Atau sinyal ping corrupt di tengah jalan.
Masalah jaringan terlalu kompleks unt bisa dipecahkan/dianalisa hanya dgn satu alat ukur; apalagi jaringan global semacam InterNet[works]. Dan 100 alat ukur boleh dipakai dgn cara bagaimanapun, sepanjang "meteran" tsb tidak dikalibrasi, hasilnya tidak akan pernah akurat.

Jadi tidak perlu posting hasil ping sampai puluhan baris. Cukup beberapa baris saja (dgn packet size standar, 32 Bytes).
Pelajari baik² cara penggunaan suatu network tool (ping, traceroute, netsh, whois, netperf, ttcp, dsb) supaya kita jangan sampai salah kena tuduh sbg "pengacau"... tongue
Misalnya, ping berkali² ke suatu server/situs dalam jangka waktu pendek bisa diartikan sbg flooding ataupun attack.

Atau posting ping result secara tidak relevan & ber-ulang² di forum... itu bisa diartikan sbg spamming ... [walaupun aslinya mungkin dilakukan karena masalah tidak/belum tahu saja]. Seribu baris ping result di-posting di forum sekalipun tidak bakal merubah keadaan, hanya akan "mengotori" rumah sendiri, ... toh bukan kita yg punya TelkomSpeedy, tak iyyae? wink


GLOSSARY
Marning =  Jagung goreng, keras seperti beras mentah (mungkin lebih tepat unt konsumsi kuda drpd homo sapiens ...) big_smile
Kulakan [bhs Jawa] = beli untuk dijual lagi
EMI = ElectroMagnetic Interference (gangguan elektro-magnetis; berbahaya unt semua jenis peralatan elektronik).
Latency (round-trip time; delay) = Total waktu yg diperlukan suatu sinyal unt menuju ke sasaran dan kembali lagi ke pembangkitnya.

EoM

Persepsi Tentang Omnidirectional Antenna

at 12:54 AM | 0 comments |


Gambar diambil dari http://www.wirelessisland.net/basic%20antenna%20concepts.htm

Pada gambar di atas (kalau muncul lho) tampak bahwa semakin tinggi gain antenna, semakin jauh jarak pancar antenna, tetapi di sisi lain juga semakin kecil sudut vertikal pola pancar antenna, oleh karena itu kalau anda menggunakan antenna omnidirectional dengan penguatan besar (misal 16 dBi), yang dipasang pada tower dengan ketinggian sekian puluh meter, sinyal radio anda akan menjangkau nun jauh disana (mungkin bisa mencapai 30km sebagaimana yang diklaim), namun sinyal tidak akan menjangkau laptop yang ada di bawahnya persis, apalagi kalau terhalang genteng, karena sudut pancarannya yang sempit tidak menjangkau wilayah yang sudutnya lebih dari sekian derajat (semakin besar gain, semakin kecil beamwidth).