Faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan akses internet

Thursday, March 25, 2010 at 7:46 AM | 7 comments |

Faktor Faktor Tersebut adalah:

1. Berapa kecepatan yang diberikan oleh source atau sumber Internet dalam hal ini adalah si Internet Provider atau ISP.
Kecepatan internet biasanya disebut bandwidth dan diukur dalam satuan Byte per detik( Bps ) atau bit per detik(bps). Bedanya adalah 1Byte=8bit. INGAT byte biasanya ditulis B sedangkan bit ditulis b.

2. Media penghubung antara si user dan ISP .
kapasitas media tersebut harus lebih besar dari kapasitas source yang diberikan oleh ISP. Jenis media yang digunakan juga mempengaruhi kualitas internet yang diakses terutama untuk tingkat kestabilan.
Untuk media Kabel kualitas dan kestabilannya adalah yang terbaik, sedangkan untuk media yang non kabel seperti wireless atau apapun bentuknya seperti wi-fi atau jaringan 3G dan 3.5G masih tergantung pada kualitas sinyal yang diterima oleh modem atau perangkat Radio Frequency (RF) yang yang dipakai.

3. Faktor yang cukup penting adalah prilaku user dalam mengakses internet. Saat anda mengakses suatu website(BROWSING) sebenarnya yang terjadi adalah anda melakukan aktivitas yang namanya download cuma bedanya dengan mendownload suatu file adalah anda tidak tahu berapa besar file yang anda download. Tidak semua website memiliki file yang sama besar, tergantung pada isi atau content dari website tersebut. Biasanya website dengan content yang banyak gambarnya, video streaming atau game online memiliki file yang cukup besar ukurannya sehingga terasa lebih lambat jika dibandingkan dengan kalau kita mengakses website yang hanya berisi text file saja. Semakin besar isi dari website tersebut semakin lambat akses kita ke website tersebut. Berdasarkan rumusan berikut: Waktu akses adalah besarnya file yang akan didownload atau diakses DIBAGI Kecepatan internet(Bandwidth).
Selain itu adalah penggunaan aplikasi (software) untuk mempercepat download file bisa menyebabkan kegiatan seperti browsing menjadi lambat.

4. Faktor keempat adalah lokasi di mana website yang hendak kita akses menyimpan filenya atau server yang melayaninya. Contohnya website-website internasional seperti yahoo amerika tentunya servernya ada di Amerika.
Hal tersebut tidaklah menjadi masalah jika ISP yang anda gunakan memiliki kapasitas bandwidth yang tersedia sama besar antara ke website lokal dan ke website internasional tetapi jika tidak, tentunya pasti ada perbedaan waktu akses antara website lokal dan website internasional.

5. Jumlah user internet dalam satu local area network atau LAN.
Jumlah user pun mempengaruhi kecepatan akses internet.
Hal ini sangat masuk akal karena semakin banyak user maka semakin banyak file yang didownload( lihat faktor 3 ) sedangkan kapasitas internet tidak bertambah alias tetap. Dan juga prilaku tiap user pun berbeda-beda.

Silahkan menambah faktor-faktor yang sudah anda alami selain yang sudah saya sebutkan, nanti saya edit atau saya tambahkan :P thanks..

Apa Itu Bandwith Dan Throughput??

Monday, March 22, 2010 at 3:14 PM | 5 comments |

Dalam dunia internet, apalagi bila kita berbicara dalam lingkup warnet, bandwidth adalah suatu kata yang sangat sensitif. Mengapa?? Karena warnet tentu saja hidup dari berjualan bandwidth, walaupun itu bukan merupakan faktor utama namun tidak dapat dipungkiri kualitas pelayanan warnet yang dilihat pertama kali oleh pelanggan adalah seberapa cepat akses internet di warnet tersebut, kecepatan akses ini tentu saja kembali lagi ke definisi bandwidth.
Mungkin di antara kita masih ada yang merasa bingung mengenai perbedaan antara bandwidth dan throughput??

Berikut kami akan sedikit menyunting sebuah blog yang membahas tentang bandwidth dan throughput secara lebih dalam, dengan bahasa penjabaran yang sederhana semoga para pembaca dapat memahami definisi dua kalimat sakti di atas.

From: http://borix69.wordpress.com/2007/12/22/mengenal-bandwith-dan-throughput/

Walaupun di kantor Joko Lelono telah memakai leased line untuk koneksi internet, Joko tidak habis pikir mengapa kadang kala di waktu-waktu tertentu untuk mengakses situs web mail gratisan seperti mail.yahoo.com saja kecepatannya kalah dibanding jika Joko Lelono memakai dial-up biasa di rumahnya pada malam hari. Padahal leased-line yang dipakainya memiliki bandwidth 64 kbps, baik untuk upstream mau pun untuk downstream. Mengapa bisa begitu?
Wajar kalau Joko Lelono bingung dengan kecepatan koneksi internetnya yang tidak sesuai dengan bandwidth yang dilanggannya. Padahal sesuai dengan iklan penawaran leased-line yang dia lihat, secara teoritis kecepatannya akan lebih cepat dan lebih stabil dibandingkan dengan koneksi dial-up biasa. Tetapi mengapa suatu saat tertentu kecepatan koneksinya kadang lebih lambat dari pada dialup?

Itu karena selain konsep bandwidth, terdapat konsep lain yang mempengaruhi kecepatan aliran data dalam jaringan, yaitu Throughput.

Bandwidth
Seperti telah kita tahu, bandwidth paling banyak digunakan sebagai ukuran kecepatan aliran data. Tetapi apakah itu bandwidth sebenarnya? Bandwidth adalah suatu ukuran dari banyaknya informasi yang dapat mengalir dari suatu tempat ke tempat lain dalam suatu waktu tertentu. Bandwidth dapat dipakaikan untuk mengukur baik aliran data analog mau pun aliran data digital. Sekarang telah menjadi umum jika kata bandwidth lebih banyak dipakaikan untuk mengukur aliran data digital.

Satuan yang dipakai untuk bandwidth adalah bits per second atau sering disingkat sebagai bps. Seperti kita tahu bahwa bit atau binary digit adalah basis angka yang terdiri dari angka 0 dan 1. Satuan ini menggambarkan seberapa banyak bit (angka 0 dan 1) yang dapat mengalir dari satu tempat ke tempat yang lain dalam setiap detiknya melalui suatu media.

Bandwidth adalah konsep pengukuran yang sangat penting dalam jaringan, tetapi konsep ini memiliki kekurangan atau batasan, tidak peduli bagaimana cara Anda mengirimkan informasi mau pun media apa yang dipakai dalam penghantaran informasi. Hal ini karena adanya hukum fisika mau pun batasan teknologi. Ini akan menyebabkan batasan terhadap panjang media yang dipakai, kecepatan maksimal yang dapat dipakai, mau pun perlakuan khusus terhadap media yang dipakai.

Berikut adalah contoh tabel batasan panjang medium dan kecepatan maksimum aliran data.



Sedangkan batasan terhadap perlakuan atau cara pengiriman data misalnya adalah dengan
pengiriman secara paralel (synchronous), serial (asynchronous), perlakuan terhadap media yang spesifik seperti media yang tidak boleh ditekuk (serat optik), pengirim dan penerima harus berhadapan langsung (line of sight), kompresi data yang dikirim, dll.

Throughput
Ternyata konsep bandwidth tidak cukup untuk menjelaskan kecepatan jaringan dan apa yang terjadi di jaringan. Untuk itulah konsep Throughput muncul. Throughput adalah bandwidth aktual yang terukur pada suatu ukuran waktu tertentu dalam suatu hari menggunakan rute internet yang spesifik ketika sedang mendownload suatu file.
Bagaimana cara mengukur bandwidth? Dan bagaimana hubungannya dengan throughput? Seperti telah diulas di atas, bandwidth adalah jumlah bit yang dapat dikirimkan dalam satu detik. Berikut adalah rumus dari bandwidth:
bandwidth = Sbits / s

Sedangkan throughput walau pun memiliki satuan dan rumus yang sama dengan bandwidth, tetapi throughput lebih pada menggambarkan bandwidth yang sebenarnya (aktual) pada suatu waktu tertentu dan pada kondisi dan jaringan internet tertentu yang digunakan untuk mendownload suatu file dengan ukuran tertentu. Berikut adalah formula pembanding throughput dengan bandwidth:

   
waktu _ download _ terbaik = ukuran _ file / bandwidth

    waktu _ download _ typical = ukuran _ file / throughput

Dengan hanya mempergunakan bandwidth sebagai patokan, Joko Lelono menganggap harusnya file yang akan didownloadnya yang berukuran 64 kb seharusnya bisa didownload dalam waktu sekedip mata atau satu detik, tetapi setelah diukur ternyata memerlukan waktu 4 detik. Jadi jika ukuran file yang didownload adalah 64 kb, sedangkan waktu downloadnya adalah 4 detik, maka bandwidth yang sebenarnya atau bisa kita sebut sebagai throughput adalah 64 kb / 4 detik = 16 kbps.

Sayangnya, throughput karena banyak alasan, kadang sangat jauh dari bandwidth maksimum yang mungkin dari suatu media. Beberapa faktor yang menentukan bandwidth dan throughput adalah:
• Piranti jaringan
• Tipe data yang ditransfer
• Topologi jaringan
• Banyaknya pengguna jaringan
• Spesifikasi komputer client/user
• Spesifikasi komputer server
• Induksi listrik dan cuaca
• Dan alasan-alasan lain.

Akhirnya setelah memahami konsep throughput selain dari konsep bandwidth dan mengapa hal itu bisa terjadi, Joko Lelono bisa mulai memahami apa yang terjadi sesungguhnya pada jaringannya. Dengan memahami konsep-konsep tersebut kita dapat mulai memperhitungkan keperluan kecepatan koneksi internet kita yang sesungguhnya dan pilihan koneksi yang diperlukan. Bukan hanya karena termakan iklan yang menebarkan janji bandwidth yang tinggi dengan harga yang murah.

Sudahkah sekarang Anda memahami tentang konsep bandwidth dan throughput setelah membaca tulisan ini, silahkan tinggalkan comment dan masukkan anda tentang tulisan ini. Thanks 4 your attention.. :)Sudahkah sekarang Anda memahami tentang konsep bandwidth dan throughput setelah membaca tulisan ini, silahkan tinggalkan comment dan masukkan anda tentang tulisan ini. Thanks 4 your attention.. :)


Sumber : IlmuKomputer.Com

Berapa cepat sebuah kecepatan?

at 3:08 PM | 0 comments |

Alasan mengapa setiap email yang Anda kirimkan selalu sampai tempat tujuan karena disebabkan adanya “tag” yang berisi informasi mengenai tujuan.  Seperti halnya sebuah tas di airport. Bagaimanapun juga, “tag” (sering dikenal sebagai “header” dalam dunia komputer) ada nilai yang harus dibebankan pada bandwidth untuk setiap data yang dikirim melalui protokol TCP (Transmission Control Protocol) melalui internet secara bersamaan. “tag” ini akan membebani bandwidth Anda sebesar 13% (tiga belas per seratus).


Situs pengukur sebuah kecepatan di internet tidak menunjukan angka yang sebenarnya. Karena banyak faktor yang mempengaruhi test kecepatan pada setiap situs.  Hal ini dapat disebabkan karena :

   1. Perbedaan jalur (routing) berbeda antara backbone yang satu dengan lainnya.
   2. Kemampuan server penyedia situs tersebut menerima data.
   3. Besar bandwidth yang dimiliki penyedia situs test kecepatan itu sendiri.
   4. Spesifikasi komputer yang digunakan pada saat melakukan test kecepatan.
   5. Dengan kata lain situs-situs tersebut hanya sebuah ilustrasi saja yang dapat dijadikan estimasi sementara.

SPEED ENEMIES

Enemy 1: Badly configured PCs
The single most common cause of poor performance is a computer that is in poor shape for broadband. The usual problems are:

    * Insufficient memory (128MB is really the lower limit now for any computer);
    * Underpowered processor (vintage computers from the early 90s with a central processing unit slower than  400MHz);
    * An aging and unstable operating system, accumulation of shareware, particularly SPYWARE etc;
    * Over-clocked motherboards cause unusual problems.

Enemy 2: Packet losses
The Internet is a resilient network built originally to withstand a nuclear war. One reason for this strength is TCP, the network protocol that makes sure your data gets from one point of the Net to another.

TCP is designed around the assumption that some parts of an e-mail message, for example may not get through the Net.

Thus, an e-mail message to be transferred gets broken down into “packets”. For example, 5 packets will attempt to take the fastest route to reach the destination, and when they do, the 5 packets will “combine” to form the original e-mail message.


For the sake of an example, let’s imagine you are downloading data from www.microsoft.com, and one of those many packets streaming down to you disappears en-route.

Maybe a random outage or failure knocks a network router for a microsecond, and the packet is dropped. At your end, your computer notices the missing packet in the stream of sequence numbers, and so does not acknowledge its reception.

The sender notices the lack of acknowledgement, and must re-transmit the lost data. The retransmission procedure adds to the amount of data flowing over the connection, slowing the entire transfer down.

There are many ways that TCP copes with networks that are down. But in the end, consistent packet loss along a long Internet link means Internet traffic is often slower than it should be, even though it may be one packet in ten or twenty that is being dropped.

If there is continuous packet loss between you, and your favourite site, then Web pages or file transfers, which follow the TCP protocol, are going to slow down to a crawl.

If you see extremely slow performance from a particular website, then you can do a ping test, which shows how many packets are lost along the way.The instructions are as follow:

    * Go to a MS-DOS prompt, and type ping -t www.download.com (or any website you want to test with)
    * Watch the sequence numbers printed. Leave it running for a short time, say 30 seconds, then press control-c.
    * If you see 5% or more packet loss, then TCP performance is going to be poor over this link.
    * If no packets get through at all, you may have found a server that does not respond to ping packets (some servers do this as a security measure).
    * In that case, use the command tracert (traceroute), to identity the server that is one hop from the target server, and try pinging that instead.

To do a traceroute, the instructions are as follow:-

    * Open a MS-DOS window (command prompt) and use TRACERT, to work out at what point the congestion may be.
    * For example, tracert www.download.com. Trace route may show where in the chain between you and your destination the problem starts, and its nature.

Enemy 3: Many servers cannot currently offer high speeds to you
Though MNET strives to offer the fastest connectivity to the rest of the world, sometimes the weakest, or slowest, link is the one that your website uses to connect to the Net.

Here are some results of a speed test to several reasonably well connected websites, at 12am in the morning (off peak):

In this example, Microsoft and myisp.com would not provide the "broadband experience" to any user who thought they had speeds of 768kbps or more.

Many servers offer speeds far slower than even this, because they are busy, and you are sharing their bandwidth with dozens of other people.
Server
   
File
   
Speed
ftp.netscape.com     1.6mb     310k/sec
ftp.aol.com     2.0mb     280k/sec
ftp.microsoft.com     5.0mb     67k/sec
ftp.myisp.com     5.0mb     66k/sec

All websites have Internet pipes connecting to their web servers. To ensure that all users who access their sites do not get rejected, the bandwidth of their Internet pipes are sliced and divided equally among all users trying to access their site at any one time.

So if the number of users is low, your speeds will be higher, but if the number of users is high, much slower speeds can be expected.

For Indonesia’s internet users, 12am Indonesia time is peak hour for Internet traffic in the United States. This may mean slowdowns to people surfing to US websites, because they have to compete for bandwidth with the rest of the American users.

Apakah yang dimaksud dengan kilobits per detik?

at 3:01 PM | 0 comments |

Banyak orang yang beranggapan salah dalam melihat kilobits dengan kilobyte per detik.  Sehingga sering orang berasumsi bahwa kecepatan mereka tidak mendapatkan hasil yang maksimal.

Pada saat anda memutar musik atau video klip melalui internet, player pada umumnya menampilkan data rate dalam kilobits per second (Kbps). Tetapi pada internet browser dan file transfer software lainnya (lihat gambar dibawah) selalu ditampilkan dalam satuan kilobytes per second (KB/Sec atau KBps), yang mana hal ini berbeda dengan kilobits per second (Kbps).



Figure 1. Kecepatan Download 2 Mbps

Hal ini menyebabkan banyak kerancuan yang sering terjadi pada pelanggan internet awam. Pelanggan sering beranggapan bahwa kecepatan mereka dapat tidak sesuai dengan yang dijanjikan oleh penyedia jasa.
Dalam dunia komputer 1 byte sama dengan 8 bits silahkan lihat daftar.  Artinya 1 megabyte sama dengan 8 megabits. Lalu, apabila browser Anda menampilkan transfer rate 194 KB/Sec (lihat gambar diatas), artinya sama dengan Anda men-donwload pada kecepatan 194 x 8 kilobits per second (Kbps), atau sebesar 1552 Kbps.

Dengan kata lain, apabila Anda pelanggan Dedicated International 64 Kbps akan ditampilkan transfer rate lebih kurang 8 KB/Sec atau KBps.  Nilai ini masih tergantung pada beberapa faktor yang mempengaruhi kecepatan.

Pengenalan Wireless LAN

at 1:13 AM | 0 comments |

Kita akan mendiskusikan tentang pangsa pasar wireless LAN, gambaran masa lalu, sekarang dan masa depan dari wireless LAN, serta pengenalan wireless LAN standar pemerintah. Kemudian kita akan mendiskusikan beberapa aplikasi yang sesuai untuk wireless LAN. Menurut pengalaman dari cerita dan evolusi dari teknologi wireless LAN merupakan bagian yang penting dari prinsip dasar wireless LAN. Suatu pemahaman dari mana wireless LAN datang dan aplikasinya serta organisasinya yang dapat membantu perkembangan teknologi yang memungkinkan anda untuk mengaplikasikan wireless LAN yang lebih baik ke dalam organisasimu atau kebutuhan klien.
Pangsa Pasar Wireless LAN
Pangsa pasar wireless LAN sepertinya berkembang sama halnya dengan fashion pada kebanyakan industri jaringan, dimulai dengan mengadopsi awal menggunakan teknologi apapun yang telah tersedia. Pemasaran telah dipindahkan kedalam pertumbuhan yang cepat, di mana standard populer menyediakan katalisator. Perbedaan yang besar antara pemasaran jaringan secara keseluruhan dan pemasaran wireless LAN menjadi meningkat. wireless LAN memberikan fleksibilitas dalam implementasinya dan tidak heran mereka pindah dengan cepat ke sektor pasar yang lainnya.

Sejarah Wireless LAN
Penyebaran jaringan nirkabel, seperti kebanyakan teknologi, seperti turun temurun dibawah naungan dari  militer. Militer perlu suatu kemudahan, yang mudah diterapkan, dan metode keamanan pertukaran data dalam suatu lingkungan peperangan.
Ketika biaya teknologi nirkabel merosot dan mutu meningkat, itu menjadi penghematan biaya untuk perusahaan-perusahaan yang dapat menggabungkan bagian nirkabel ke dalam jaringan mereka. Teknologi nirkabel menawarkan suatu jalan yang murah untuk kampus untuk menghubungkan bangunan satu sama lain tanpa pemasangan kabel fiber atau tembaga.

Standarisasi wireless LAN
Karena wireless LAN mengirim menggunakan frekuensi radio, wireless LAN diatur oleh jenis hukum yang sama dan digunakan untuk mengatur hal-hal seperti AM/FM radio. Federal Communications Commission ( FCC) mengatur penggunaan alat dari wireless LAN. Dalam pemasaran wireless LAN sekarang, menerima beberapa standard operasional dan syarat dalam Amerika Serikat yang diciptakan dan dirawat oleh Institute of Electrical Electronic Engineers (IEEE).
Beberapa Standar wireless LAN :

IEEE 802.11 – standar asli wireless LAN menetapkan tingkat perpindahan data yang paling lambat dalam teknologi transmisi light-based dan RF.
IEEE 802.11b – menggambarkan tentang beberapa transfer data yang lebih cepat dan lebih bersifat terbatas dalam lingkup teknologi transmisi.
IEEE 802.11a – gambaran tentang pengiriman data lebih cepat dibandingkan (tetapi kurang sesuai dengan) IEEE 802.11b, dan menggunakan 5 GHZ frekuensi band UNII.
IEEE 802.11g – syarat yang paling terbaru berdasar pada 802.11 standard yang menguraikan transfer data sama dengan cepatnya seperti IEEE 802.11a, dan sesuai dengan 802.11b yang memungkinkan  untuk lebih murah.
IEEE 802.11n-2009 is an amendment to the IEEE 802.11-2007 wireless networking standard to improve network throughput over the two previous standards — 802.11a and 802.11g — with a significant increase in the maximum raw data rate from 54 Mbit/s to 600 Mbit/s with the use of four spatial streams at a channel width of 40 MHz.

Since 2007, the Wi-Fi Alliance has been certifying interoperability of "draft-N" products based on what was draft 2.0 of IEEE 802.11n specification.[3] The Alliance has upgraded its suite of compatibility tests for some enhancements finalized after draft 2.0. Furthermore, it has affirmed that all draft-n certified products remain compatible with the products conforming to the final standards.

SNR Margin dan Line Attenuation

at 12:58 AM | 2 comments |

WARNING + Marning
! Lewati posting ini kalau tidak betah membaca !
* Isinya ditujukan hanya bagi yg belum tahu dan ingin tahu * wink
! You have been warned ! tongue


Tabel 1: Klasifikasi SNR_Margin (Signal-to-Noise Margin)
-------------------------------- Makin TINGGI makin BAIK
--------------------------------------------------------
29,0 dB ~ ke atas = Outstanding (bagus sekali)
20,0 dB ~ 28,9 dB = Excellent (bagus) • Koneksi stabil.
11,0 dB ~ 19,9 dB = Good (baik) • Sinkronisasi sinyal ADSL dapat berlangsung lancar.
07,0 dB ~ 10,9 dB = Fair (cukup) • Rentan terhadap variasi perubahan kondisi pada jaringan.
00,0 dB ~ 06,9 dB = Bad (buruk) • Sinkronisasi sinyal gagal atau tidak lancar (ter-putus²).
--------------------------------------------------------

Tabel 2: Klasifikasi Line Attenuation (Redaman pada Jalur)
---------------------------------- Makin RENDAH makin BAIK
----------------------------------------------------------
00,0 dB ~ 19,99 dB = Outstanding  (bagus sekali)
20,0 dB ~ 29,99 dB = Excellent (bagus)
30,0 dB ~ 39,99 dB = Very good (baik)
40,0 dB ~ 49,99 dB = Good (cukup)
50,0 dB ~ 59,99 dB = Poor (buruk) • Kemungkinan akan timbul masalah koneksi (tidak lancar, dsb).
60,0 dB ~ ke atas  = Bad (amburadul) • Pasti akan timbul banyak gangguan koneksi (sinyal hilang, tidak bisa connect, dsb).
----------------------------------------------------------

Referensi:
Disarikan dari berbagai sumber
AT&T|Alcatel|Cisco|ComCast|Verizon|BellSympatico|Whirpool|DSLReports|WebArchive|Wikipedia|dlsb


A. PENGANTAR SINGKAT
A1. Apa tujuan posting ini?
• Bagi yg merasa ada masalah dgn performa koneksi broadband-nya dan telah posting message namun belum sempat mendapatkan respon, anda dapat mencoba melakukan analisa pendahuluan sendiri dgn memanfaatkan ke dua tabel di atas sembari menunggu masukan dari member lainnya.
Keduanya berisi klasifikasi generik atas dua parameter penting yg sering dipergunakan profesional komunikasi data untuk memeriksa kondisi umum jaringan sebelum menentukan langkah penelusuran lebih lanjut.
• Posisi posting ke dua tabel di taruh di bagian awal dgn maksud supaya mudah di lihat sekaligus kalau suatu hari diperlukan, sedangkan keterangan singkat dan contoh sederhana disertakan pada bagian setelah ini.

A2. Di mana nilai SNR_Margin (SNRM) dan Line Attenuation (LA) dapat diperoleh?
Jika mode pemakaian modem menggunakan PPPoE/PPPoA (alias Routing Mode, atau tidak di-Bridge), nilai SNRM dan LA dapat diketahui melalui halaman manajemen (web management interface) modem/router ADSL masing².
Biasanya pada bagian yg berkaitan dgn "Statistic", "Diagnostic", "Connection Log", "DSL Status", dan semacamnya.

Kalau di-Bridge, anda harus masuk ke modem/router melalui fasilitas Telnet dan memakai instruksi² CLI (Command Line Interface) untuk menampilkan data/informasi yg diinginkan. Detail dan syntax perintah mungkin berbeda untuk tiap merk dan model (karena perbedaan chipset, firmware, dsb).
Lihat user manual dan/atau handbook CLI yg diterbitkan pembuat modem/chipset/firmware.

Tip: Kalau tidak mau repot, reset modem/router-nya dan connect kembali dgn mode Router atau Bridge+Route (PPPoE/PPPoA), pokoknya asal jangan mode Bridge murni.

PENTING !
ReSet (hard reset; cold reset) tidak sama dengan ReBoot atau ReStart.
Me-reset modem/router ADSL akan menghapus SEMUA konfigurasi user dan mengembalikan setting ke factory default.
Sebelum me-Reset modem, catat dulu:
• Nomer VPI dan VCI (data konfigurasi dasar koneksi ADSL TelkomSpeedy)
• Nomer Account (14xxXXxxXXxx@telkom.net) dan Password TelkomSpeedy.
• Administrator UserName dan Administrator Password dari modem/router ADSL.
Data di atas dibutuhkan unt bisa connect lagi dgn mode Router ataupun Bridge+Route.

A3. Contoh kasus: Koneksi sering terputus, lambat, tidak bisa connect, dsb.
Bila perolehan nilai SNRM dan LA kita ternyata pada level cukup untuk memperoleh koneksi yg normal, kemungkinan letak sumber masalah bisa diredusir dgn [untuk sementara] mengesampingkan hal² yg berkaitan langsung dgn komponen primer pada infrastruktur jaringan, baik itu primary hardware kita sendiri ataupun milik provider.

Yang namanya "komunikasi" selalu melibatkan lebih dari satu partisipan (minimal dua). Sepanjang jalur (medium) komunikasi-nya oke, bila ada kelambatan atau hambatan lainnya, bisa jadi disebabkan karena masalah "persepsi" (kompatibilitas software, perbedaan protokol komunikasi, dsb). Ini menyebabkan message (isi pesan yg hendak dikomunikasikan) harus di-retransmit ber-ulang²; dan pihak penerima otomatis harus decoding/recoding ber-ulang² juga -- terjadilah perlambatan, atau malah gagal sama sekali karena kedua partisipan akhirnya "menyerah" (berhenti bertukar sinyal/data). Di mata user hal tsb sama dengan koneksi lambat (karena tersita pengulangan proses transmisi), atau gagal connect (tujuan koneksi tidak tercapai). Kita bisa lihat dalam kasus ini permasalahannya tidak pada gangguan medium namun lebih pada "tata-cara" berkomunikasi.

NOTE:
Bagi yg masih awam dgn dunia teknologi informasi, bila anda belum dapat menangkap maksud tersembunyi dari berbagai analogi yg terkandung dalam paragraf di atas, sekedar beberapa keterangan singkat berikut ini mungkin bisa membantu.

• Protocol: Browsing, Download, Chatting, Transfer File, dan berbagai bentuk kegiatan lainnya via Internet, dapat terselenggara berkat adanya standar "tata-cara berkomunikasi" yg disebut "protocol" dan "sub-protocol". Tanpa standarisasi aturan tsb berbagai macam mesin tidak akan dapat saling berhubungan atau mengerti apa yg harus dikerjakan.

• Coding/Decoding: Sinyal (code) dan Data (informasi) harus disampaikan dalam format, susunan dan ukuran yang "telah disepakati", dalam arti "dimengerti" oleh semua pihak/perangkat yg terlibat.

• Transmit/Re-transmit: Sinyal & Data boleh (dan harus) dikirim ulang jika penerima melaporkan apa yg telah diterimanya sampai saat itu tidak/belum sesuai dgn segala yg telah disepakati ketika pertama kali kontak (handshake). Tergantung bagaimana penulisan kode software-nya, frekuensi & format transmisi dapat berubah. Frekuensi bisa dipercepat atau diperlambat. Format bisa dipendekkan, dipanjangkan, dirubah bentuk dan/atau susunannya, dsb.

• Di antara Pengirim (initiator) dan Penerima (receptor) bisa terdapat lebih dari satu Perantara (mediator). Salah satu mediator itu misalnya adalah mesin yg secara generik disebut Router -- tugasnya memilih/menganalisa/memformat-ulang/menyampaikan bit² yg melaluinya ke pihak berikutnya (yg bisa merupakan Router atau mesin jenis lainnya). Setelah pesan diterima, receptor wajib memberitahu initiator bahwa pesan telah diterima dgn baik (ACKnowledge). Jalur yg harus dilalui [biasanya] sama dng jalur pengiriman, namun tidak tertutup kemungkinan mempergunakan jalur lain (bisa lebih jauh atau lebih dekat). Ada bermacam jenis Router. Mediator jenis lain misalnya adalah Proxy, Switch, dsb.

• Bila Sinyal dan/atau Data yg dikirim initiator -- sengaja atau tidak -- berisi kode² yg "tidak dikehendaki" oleh penerima (atau mediator), komunikasi sangat mungkin akan diputuskan. Alamat pengirim akan dicatat, dan transmisi selanjutnya dari sumber tsb tidak akan diproses.
Mengapa anda tidak bisa connect, atau connect-nya tidak lancar, padahal jalur komunikasi oke?
Apakah komputer anda bersih dari malware?
Apakah kebetulan anda mendapat "identitas/alamat bekas" dari user lain yg sebelumnya telah di-filter?
Apakah di tengah jalan transmisi anda dialihkan ke mediator "gadungan" tanpa sepengetahuan anda?
Apakah ada aspek² tertentu pada receptor/mediator yg telah diubah pemiliknya oleh karena satu dan lain alasan sehingga "tidak seperti biasanya"?
Salah setting software?
Software lain berperilaku "egois" dan menghalangi komponen lainnya?


B. SNR_Margin (SNRM)
B1. Signal-to-Noise Ratio (SNR)
• SNR ialah Perbandingan (ratio) antara kekuatan Sinyal (signal strength) dengan kekuatan Derau (noise level).
• Nilai SNR dipakai untuk menunjukkan kualitas jalur (medium) koneksi.
Makin besar nilai SNR, makin tinggi kualitas jalur tersebut. Artinya, makin besar pula kemungkinan jalur itu dipakai untuk lalu-lintas komunikasi data & sinyal dalam kecepatan tinggi.
• Nilai SNR suatu jalur dapat dikatakan pada umumnya tetap, berapapun kecepatan data yang melalui jalur tersebut.
• SNR tidak sama dengan SNRM, namun keduanya saling berkaitan erat satu sama lainnya.
• Satuan ukuran SNR dan SNRM adalah decibel (dB) <-- logarithmic.

Meskipun dituliskan dengan cara/nama (label) yg berbeda² (SNR, SNR Margin, Noise Margin, Margin, Receive Margin, dsb) pada tiap merk & model modem/router ADSL, yang dilapokan oleh alat itu sebenarnya adalah nilai SNRM, bukan nilai SNR [kecuali kalau disebutkan demikian secara spesifik pada manual peralatan].

B2. Signal-to-Noise Margin (SNRM) ialah:
1. Perbedaan (margin) atau Perbandingan Relatif antara Kekuatan Sinyal ADSL dengan Derau (noise) yang ada pada jalur komunikasi.
2. Perbedaan antara nilai SNR_Sebenarnya dari suatu jalur komunikasi dengan SNR_yg_Dibutuhkan oleh jalur tersebut supaya bisa dipakai untuk menyelenggarakan komunikasi pada suatu tingkat kecepatan tertentu.

Contoh:
Misalkan diketahui bahwa kecepatan sebesar 384 kbps membutuhkan tingkat SNR sebesar 20 dB.
Diketahui pula bahwa ternyata nilai SNR sebenarnya dari jalur yang dipakai tersebut adalah 45 dB.
Maka dapat dihitung bahwa nilai SNRM nya adalah 25 dB, yaitu
SNRM = SNR_Sebenarnya - SNR_yg_Dibutuhkan = 45 dB - 20 dB = 25 dB

• Mengapa ketika kecepatan koneksi kita ditingkatkan dari 384 kbps menjadi 1000 kbps ternyata SNRM yang dilaporkan modem menurun, padahal perangkat koneksi dan perkabelan tidak ada yang diganti?
Misalkan diketahui bahwa kecepatan sebesar 384 kbps membutuhkan tingkat SNR sebesar 20 dB.
Diketahui bahwa ternyata nilai SNR sebenarnya dari jalur yang dipakai tersebut adalah 45 dB.
Diketahui pula bahwa untuk meningkatkan kecepatan dari 384 kbps menjadi 1000 kbps dibutuhkan peningkatan SNR dari 20 dB menjadi 30 dB.
Maka sekarang dapat dihitung bahwa nilai SNRM nya bukan lagi 25 dB melainkan 15 dB, yaitu
SNRM (1000 kbps) = SNR_Sebenarnya - SNR_yg_Dibutuhkan pada 1000 kbps = 45 dB - 30 dB = 15 dB
SNRM (384 kbps) = SNR_Sebenarnya - SNR_yg_Dibutuhkan pada 384 kbps = 45 dB - 20 dB = 25 dB

• Sebagian merk/model ADSL Modem/Router menunjukkan dua nilai SNRM:
DownStream SNRM dan UpStream SNRM.
DownStream SNRM menunjukkan nilai SNRM pada range frekuensi yg dipakai unt menghantarkan data/sinyal dari modem di DSLAM ke modem user (data masuk dari Internet).
UpStream SNRM adalah nilai SNRM pada rangkaian frekuensi yg dipakai unt mengirimkan data/sinyal dari modem user ke modem di DSLAM (data keluar menuju Internet).

• Pada umumnya, nilai SNRM terendah yang diperlukan supaya proses SYNCH (sinkronisasi frekuensi sinyal antara modem ADSL kita dengan modem di peralatan DSLAM) dapat berlangsung dengan lancar adalah ±6,0 ~ ±7,0 dB. Nilai inilah yang biasa dicantumkan oleh pembuat modem pada manual sebagai persyaratan minimal supaya modem mampu bersinkronisasi dengan perangkat penyelenggara layanan koneksi. Pada kenyataanya kondisi jaringan berbeda satu sama lainnya. Sebagian jaringan mungkin membutuhkan SNRM minimal sampai ±10 dB.

• SNRM hanya dapat diukur secara benar dari sisi pelanggan, yaitu dari soket telepon di mana modem kita hubungkan. Nilainya dapat -- dan kemungkinan akan -- berfluktuasi dari waktu ke waktu karena pengaruh interferensi sinyal radio, perangkat elektrik/elektronik lain di sekitar dan disepanjang jalur yang dilalui kabel tersebut, termasuk perubahan cuaca dan iklim.

TIPS:
1. Bersihkan soket telp. Air seni dan kotoran hewan lainnya akan menimbulkan oksidasi logam dan jamur yg membuat kelembaban meningkat.
2. Jangan taruh soket telp di lantai atau menanamnya di tembok yg lembab.
3. Hindari jaringan kabel telp yg banyak sambungan (di dalam maupun di luar rumah). Kalau perlu ganti dgn satu lajur utuh dari tiang telp sampai ke modem. Permintaan penggantian kabel dapat diajukan ke kantor Telkom setempat, biasanya dgn menghubungi nomer 117 (namun bisa segera dilaksanakan atau tidak tergantung persediaan kabel luar setempat).
Kabel listrik bertegangan tinggi yg melintang relatif dekat dgn jaringan kabel telp bisa menjadi sumber gangguan.
Pemasangan kabel yg ceroboh (kendor di terminal) juga akan menimbulkan masalah.
4. Jangan taruh telp atau memasang kabelnya terlalu dekat dgn sumber radiasi elektromagnetis (speaker, AC, dsb) dan sumber gelombang radio (microwave; antena in-door, wireless handset transceiver, dsb). Untuk perkabelan, beri jarak minimal ±30cm (1 feet); taruh lebih jauh lagi kalau ada sambungan kabel terbuka (segera dibungkus isolator).
5. Jangan meletakkan handphone yg dalam keadaan aktif dekat dgn perangkat komputer, apalagi modem! Ini cenderung selalu disepelekan ... rasakan sendiri akibatnya... tongue
6. Ganti trafo lampu neon tua, apalagi kalau sudah mengeluarkan bunyi.
7. Jangan meletakkan stabiliser [terutama stabilizer elektromekanis; stavol] dekat dgn perangkat komputer (kurang dari ±1 m).


C. Line Attenuation (LA)
• Nilai LA menunjukkan seberapa jauh kualitas sinyal dari/antara modem pelanggan sampai ke perangkat DSLAM di Sentral Otomat Telkom telah terdegradasi (melemah; menurun mutunya). Sama halnya dgn penurunan beda potensial (voltage) di ujung akhir akibat penggunaan kabel listrik yg terlalu panjang tanpa penguat.
• Faktor jarak sangat berperan. Yang dimaksud dgn "jarak" di sini adalah jarak total panjangnya kabel, bukan seberapa jauh rumah/kantor kita dari DSLAM dan/atau Sentral Otomat Telkom. Biarpun bangunan hanya terpisah tembok, rangkaian kabel telp bisa saja berputar dulu mengelilingi blok perumahan.
Makin jauh jarak modem anda dengan peralatan di DSLAM, makin tinggi nilai redamannya, alias makin buruk keadaannya (akibat makin tingginya jumlah sinyal yang hilang/teredam/melemah disepanjang jalur).
Makin rendah nilai LA, makin besar kemungkinan kita akan mendapatkan kecepatan koneksi yang lebih tinggi (karena kualitas sinyal relatif terjaga, tidak banyak teredam/hilang/melemah akibat panjangnya jalur yang harus dilalui).
• Selain panjang, diameter kabel (0,3~0,6 mm) juga berpengaruh, demikian pula dgn kondisinya (oksidasi, lembab/basah, sambungan kendor, banyak sambungan, dsb).

TIPS:
1. Periksa/test splitter dan/atau micro-filter.
Angkat gagang telp. Dengarkan suara nada pilih. Suara berdenging atau kemerosok di pesawat telp dapat menjadi salah satu indikasi kerusakan splitter. Kemudian tekan tombol 0 dan simak. Tak boleh ada suara apapun di sini.
2. Jangan pakai splitter bermutu rendah, karena malah lebih sering menimbulkan gangguan daripada melaksanakan tugas sebenarnya (memisahkan frekuensi rendah dgn frekuensi tinggi). Frekuensi Rendah unt dilalui sinyal analog (voice); Frekuensi Tinggi unt sinyal digital ADSL.
3. Radiasi elektromagnetik (EMI/EMR/EMP) yg diakibatkan oleh sambaran petir di dekat jaringan kabel Telkom, PLN, atau disekitar tempat tinggal kita, dapat merusakkan rangkaian elektronik splitter. Jika kekuatannya cukup besar, ekses akan tembus ke UPS/Stabilizer, pesawat telepon/PABX, modem/router, mainboard + peripherals komputer, dan peralatan elektronik lainnya.


CATATAN TAMBAHAN
• Parameter lainnya (seperti Transmit/Receive Power, dll) akan disusulkan kalau waktu dan tenaga menginjinkan serta sumber daya lain (quota bandwidth, dsb) masih tersedia.

• Permasalahan koneksi ADSL broadband TelkomSpeedy tidak hanya disebabkan oleh apa yg telah ditulis di atas. Cukup sering terdeteksi bahwa setelah di-trace ternyata bottle-neck (penyempitan) ada di network node milik SingTel Singapore (partner bisnis dari mana saat ini Telkom masih "kulakan" bandwidth).
Lagi, jika waktu & tenaga mengijinkan bla...bla...bla... -- dan tak ada kesulitan dgn fasilitas upload image yg disediakan forum -- hasil tracing dgn signal plotter akan saya sertakan di forum sbg bahan masukan tambahan.

• Telah lama diketahui bahwa pada jam² sibuk (peak hours; jam kantor; ±08:30~17:00~21:00WIB), mutu koneksi ADSL broadband TelkomSpeedy mengalami penurunan drastis akibat network congestion (kemacetan di jaringan akibat lalu-lintas pemakaian bandwidth melebihi kapasitas terpasang). Dalam hal ini jelas tak ada permasalahan teknis apapun pada semua perangkat yg terlibat (user, provider, dan partner komunikasi).
Sama seperti kemacetan lalu-lintas pada jam² sibuk di ruas² jalan utama Jakarta seperti Thamrin~Sudirman, GajahMada~HayamWuruk, dsb, yg hampir setiap hari membuat pusing warga Jakarta, keadaan infrastruktur jalanan sebenarnya relatif baik² saja. Hanya jumlah pengguna yg tidak seimbang dgn kapasitas yg ada.
Solusi: Berlangganan pada provider lain, unt dipakai sbg koneksi cadangan kalau jalur TelkomSpeedy sedang crowded bin letoy.
Sebagai contoh, saat ini ada penawaran berbagai macam paket (Rp160.000/259.000/350.000/625.000/900.000 per bulan) koneksi broadband di situs IndosatM2.
Periksa website ISP lainnya unt perbandingan. Perhatikan coverage area unt mengetahui apakah daerah anda tercakup dalam jangkauan servis mereka. Kirim e-mail atau telp unt minta informasi lebih lengkap.

• Beberapa peralatan/instalasi yg potensial menjadi sumber gangguan:
AC, kulkas, pompa air, kipas angin, microwave, oven elektrik, telp nirkabel (termasuk handphone), lampu fluorescent (neon), power adaptor, monitor, speaker, stabiliser elektro-mekanis, antena (segala jenis, termasuk built-in wireless antena pada laptop), pemancar radio di sekitar rumah, booster, alarm system, kabel listrik tua/terkelupas, dsb.

Segala peralatan yg membangkitkan/merubah frekuensi memiliki potensi menjadi sumber gangguan -- tergantung cara pemakaian peralatan tsb oleh penggunanya, instalasi, jarak serta orientasi-nya terhadap perangkat koneksi ADSL (milik user dan/atau milik provider).

Tidak jarang terjadi kondisi perangkat kita (user & provider) sebenarnya baik² saja, namun sumber interferensi-nya yg terlalu besar sehingga mengacaukan operasi normal perangkat tsb. Atau, perangkat kita yg ternyata beroperasi pada kondisi pas²-an (terlalu dekat dgn margin error) sehingga rentan terhadap perubahan sekelilingnya. Dalam keadaan seperti itu, gangguan sedikit saja sudah mampu mengacaukan keadaan yg sebelumnya tampak "normal²" saja.

• Hasil Ping hanya menunjukkan Latency antara satu atau lebih titik koneksi, tidak bisa dipakai sendirian begitu saja unt menggambarkan kualitas jaringan. Latency (round-trip time) diukur dari Pengirim > Penerima > Pengirim (dari Sumber sinyal, ke Penerima, balik lagi sampai ke Pengirim). Kalau hasil ping jelek, tidak selalu berarti kualitas jaringannya yg jelek. Bisa jadi si penerima "sedang-terlalu-sibuk" (over-loaded; over-burdened) unt memberikan respons -- meskipun bisa berarti juga "under-performance", misalnya karena salah instalasi dan/atau spesifikasi platform. Atau sinyal ping corrupt di tengah jalan.
Masalah jaringan terlalu kompleks unt bisa dipecahkan/dianalisa hanya dgn satu alat ukur; apalagi jaringan global semacam InterNet[works]. Dan 100 alat ukur boleh dipakai dgn cara bagaimanapun, sepanjang "meteran" tsb tidak dikalibrasi, hasilnya tidak akan pernah akurat.

Jadi tidak perlu posting hasil ping sampai puluhan baris. Cukup beberapa baris saja (dgn packet size standar, 32 Bytes).
Pelajari baik² cara penggunaan suatu network tool (ping, traceroute, netsh, whois, netperf, ttcp, dsb) supaya kita jangan sampai salah kena tuduh sbg "pengacau"... tongue
Misalnya, ping berkali² ke suatu server/situs dalam jangka waktu pendek bisa diartikan sbg flooding ataupun attack.

Atau posting ping result secara tidak relevan & ber-ulang² di forum... itu bisa diartikan sbg spamming ... [walaupun aslinya mungkin dilakukan karena masalah tidak/belum tahu saja]. Seribu baris ping result di-posting di forum sekalipun tidak bakal merubah keadaan, hanya akan "mengotori" rumah sendiri, ... toh bukan kita yg punya TelkomSpeedy, tak iyyae? wink


GLOSSARY
Marning =  Jagung goreng, keras seperti beras mentah (mungkin lebih tepat unt konsumsi kuda drpd homo sapiens ...) big_smile
Kulakan [bhs Jawa] = beli untuk dijual lagi
EMI = ElectroMagnetic Interference (gangguan elektro-magnetis; berbahaya unt semua jenis peralatan elektronik).
Latency (round-trip time; delay) = Total waktu yg diperlukan suatu sinyal unt menuju ke sasaran dan kembali lagi ke pembangkitnya.

EoM

Persepsi Tentang Omnidirectional Antenna

at 12:54 AM | 0 comments |


Gambar diambil dari http://www.wirelessisland.net/basic%20antenna%20concepts.htm

Pada gambar di atas (kalau muncul lho) tampak bahwa semakin tinggi gain antenna, semakin jauh jarak pancar antenna, tetapi di sisi lain juga semakin kecil sudut vertikal pola pancar antenna, oleh karena itu kalau anda menggunakan antenna omnidirectional dengan penguatan besar (misal 16 dBi), yang dipasang pada tower dengan ketinggian sekian puluh meter, sinyal radio anda akan menjangkau nun jauh disana (mungkin bisa mencapai 30km sebagaimana yang diklaim), namun sinyal tidak akan menjangkau laptop yang ada di bawahnya persis, apalagi kalau terhalang genteng, karena sudut pancarannya yang sempit tidak menjangkau wilayah yang sudutnya lebih dari sekian derajat (semakin besar gain, semakin kecil beamwidth).